Empat siswa SMK Negeri 1 Liwa Lampung Barat menorehkan prestasi. Keempat siswa tersebut yakni Farel Sapero, Ridho Julianto, Riski Permana dan Naura Ghifari Azhar.
Bandar Lampung (Lampost.co) – Empat siswa SMK Negeri 1 Liwa Lampung Barat menorehkan prestasi. Keempat siswa tersebut yakni Farel Sapero, Ridho Julianto, Riski Permana dan Naura Ghifari Azhar.
Mereka menemukan celah keamanan situs website National Aeronautics and Space Administration (NASA) Amerika Serikat. Program peretas etis yang disebut sebagai program bug bounty ini terselenggarakan oleh badan antariksa Amerika Serikat NASA.
Atas prestasi tersebut, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal memberikan penghargaan. Penghargaan tersampaikan di Ruang Kerjanya, Kantor Gubernur, Bandar Lampung, Senin, 9 Maret 2026.
“Prestasi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi Provinsi Lampung. Karena menunjukkan potensi besar generasi muda daerah di bidang teknologi dan keamanan siber,” kata Gubernur.
Kemudian Gubernur Mirza mengapresiasi langsung kepada para siswa dan berdialog mengenai proses yang mereka lakukan. Terlebih berhasil menemukan celah keamanan pada sistem yang diteliti.
Ia mengaku kagum dengan kemampuan analisis dan logika yang dimiliki para siswa tersebut. Gubernur Mirza menilai prestasi tersebut membuktikan bahwa talenta digital dapat lahir dari daerah mana pun. Termasuk dari daerah yang jauh dari pusat kota.
“Ini menunjukkan bahwa untuk menjadi hebat bidang teknologi tidak harus tinggal di kota besar. Ini soal logika, ketekunan, dan kemauan belajar,” ujarnya.
Kemudian Gubernur Mirza juga menyampaikan dukungannya terhadap cita-cita para siswa. Apalagi yang ingin melanjutkan pendidikan bidang keamanan siber. Termasuk ke Politeknik Siber dan Sandi Negara.
Lalu ia menyatakan kesiapan Pemerintah Provinsi Lampung untuk membantu memberikan dukungan berupa rekomendasi pendidikan. Ini agar para siswa tersebut dapat melanjutkan studi dan mengembangkan kemampuannya bidang cyber security.
“Kejar terus mimpinya. Nanti kalau sudah sukses. Jangan lupa kembali dan membantu membangun Provinsi Lampung,” pesannya.
Lalu dalam kesempatan tersebut. Para siswa menjelaskan prosesnya mulai dari menelusuri berbagai sumber informasi pada situs web. Termasuk dokumen dan file digital yang tersedia secara publik. Dari sana mereka kemudian menelusuri keterkaitan dengan akun media sosial yang terhubung pada situs tersebut.
“Kadang ada tautan media sosial yang sudah tidak aktif. Dari situ kami bisa melakukan analisis dan menemukan celah. Sehingga ketika orang mengakses tautan tersebut, justru mengarah ke akun yang kami kelola,” jelas Naura.
Kemudian ia juga menjelaskan bahwa tantangan yang mereka ikuti merupakan bagian dari platform keamanan siber global. Lalu kini bekerja sama dengan perusahaan bug bounty Bugcrowd. Para peneliti keamanan siber dari berbagai negara dapat mencari celah pada sistem yang disediakan secara legal.
Prestasi empat siswa SMKN 1 Liwa ini menjadi bukti bahwa generasi muda Lampung memiliki potensi besar. Apalagi dalam bidang teknologi digital dan keamanan siber. Sekaligus memperkuat komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam mendorong lahirnya talenta-talenta unggul dari daerah.
Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update