Bandar Lampung (Lampost.co) — Sastrawan Lampung, Isbedy Stiawan, menyampaikan rasa bangganya terhadap pelaksanaan program Kamis Beradat dari Pemprov Lampung.
Program ini bisa menjadi langkah strategis dalam mengembangkan sekaligus menguatkan eksistensi budaya Lampung di ruang publik.
Menurut Isbedy, Kamis Beradat bukan hanya kegiatan simbolik. Melainkan bentuk kesadaran kolektif untuk menghidupkan kembali nilai-nilai budaya Lampung yang mulai tergerus zaman.
Ia menilai kebijakan ini memberi ruang terhormat bagi bahasa, adat, dan identitas lokal untuk hadir dalam kehidupan sehari-hari.
“Budaya Lampung tidak cukup hanya disimpan dalam buku atau seremoni adat. Ia harus dihidupi. Kamis Beradat adalah cara cerdas untuk menghadirkan budaya dalam praktik sosial masyarakat,” ujar Isbedy, Kamis, 15 Januari 2026.
Isbedy menjelaskan, keberadaan Kamis Beradat menunjukkan adanya keberpihakan nyata pemerintah daerah terhadap pelestarian budaya lokal.
Menurutnya, langkah ini patut mendapat apresiasi karena menempatkan budaya Lampung sebagai identitas yang membanggakan. Bukan sekadar pelengkap.
Peran Generasi Muda
Isbedy juga menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menyukseskan Kamis Beradat. Dengan keterlibatan aktif anak muda, Isbedy meyakini budaya Lampung akan terus hidup dan berkembang secara alami.
“Ketika anak muda merasa bangga berbahasa Lampung, mengenakan busana adat, dan memahami nilai-nilainya. Maka budaya itu akan bertahan lama. Kamis Beradat bisa menjadi pemantik kesadaran itu,” katanya.
Lebih lanjut, Isbedy berharap Kamis Beradat tidak berhenti pada rutinitas mingguan. Tetapi berkembang menjadi gerakan budaya yang terdapat kegiatan sastra, seni, dan diskusi kebudayaan. Sehingga budaya Lampung tetap relevan dengan dinamika zaman.
“Dengan adanya Kamis Beradat, budaya Lampung akan semakin kokoh sebagai identitas daerah. Sekaligus memberi kontribusi penting bagi kekayaan budaya nasional,” katanya.








