Bandar Lampung (Lampost.co): SDN 1 Sukarame Dua mendorong sekolah lain di Bandar Lampung mengadopsi program peta jalur aman sekolah yang Tim Dosen Institut Teknologi Sumatera (Itera) susun. Program tersebut membantu sekolah memastikan keselamatan siswa saat berangkat dan pulang sekolah, terutama bagi siswa yang berjalan kaki.
Kepala SDN 1 Sukarame Dua, Heri Rosdiyanto, menyampaikan sekolahnya merasakan manfaat langsung dari penggunaan peta jalur aman. Peta tersebut memandu siswa dan orang tua dalam memilih rute perjalanan yang lebih aman. Selain itu, membantu sekolah membangun budaya keselamatan sejak dini.
Heri Rosdiyanto menegaskan sekolah lain di Bandar Lampung perlu menerapkan program serupa agar upaya perlindungan peserta didik berjalan merata. Melalui adopsi peta jalur aman, sekolah dapat berperan aktif menciptakan lingkungan belajar yang aman dan ramah anak.
“Sekolah-sekolah lain di Bandar Lampung perlu mengadopsi program seperti ini. Peta jalur aman membantu sekolah, orang tua, dan siswa memastikan keselamatan selama perjalanan menuju dan dari sekolah,” kata Heri.
Untuk mendukung penerapan program tersebut, SDN 1 Sukarame Dua melakukan sosialisasi peta jalur aman kepada peserta didik dan wali murid. Orang tua menggunakan peta tersebut sebagai acuan untuk mengarahkan anak-anak menempuh rute yang lebih aman setiap hari.
Pedoman
Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Itera, Misfallah Nurhayati, menjelaskan timnya menjalankan program identifikasi dan pemetaan jalur aman pejalan kaki usia sekolah dasar di lingkungan SDN 1 Sukarame Dua sejak Agustus hingga Desember 2025. Tim menyerahkan hasil pemetaan kepada sekolah sebagai pedoman aktivitas warga sekolah.
Misfallah menilai program peta jalur aman memiliki potensi besar untuk diterapkan di sekolah lain, terutama yang berada di kawasan permukiman padat penduduk dengan fasilitas keselamatan yang terbatas. Menurutnya, sekolah dapat menggunakan peta tersebut sebagai dasar pengajuan peningkatan infrastruktur keselamatan kepada pemerintah daerah.
“Kami mendorong sekolah lain mengadopsi program ini agar keselamatan siswa semakin terjamin dan lingkungan sekolah di Bandar Lampung semakin inklusif,” ujarnya.
Mayoritas siswa SDN 1 Sukarame Dua berjalan kaki melalui ruas jalan dengan kondisi minim fasilitas keselamatan, seperti trotoar dan rambu lalu lintas, serta memiliki sejumlah titik rawan kecelakaan. Kondisi tersebut mendorong Tim PKM Itera menyusun peta jalur aman sebagai bentuk dukungan terhadap keselamatan siswa








