Bandar Lampung (Lampost.co) — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung bersama DPRD Provinsi Lampung terus mendorong lahirnya sekolah kejuruan yang fokus pada bidang seni dan budaya.
Langkah ini sebagai upaya menyalurkan minat dan bakat generasi muda yang tidak seluruhnya berminat melanjutkan ke SMA atau SMK umum.
Anggota Komisi V DPRD Lampung, Deni Ribowo, menjelaskan bahwa aspirasi tersebut muncul dari diskusi bersama masyarakat pecinta seni dan Dewan Kesenian Lampung.
Baca Juga:
Pemprov Lampung Siapkan Jurusan Seni di Tiga SMK
Ide ini berlanjut ke pembahasan bersama Dirjen Kebudayaan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi serta langsung dilaporkan kepada Gubernur Lampung.
“Gubernur sangat mengapresiasi ide ini. Landasan pemikirannya jelas, karena Lampung memiliki potensi besar di bidang seni dan budaya. Dari sisi demografi, 70 persen masyarakat Lampung adalah bersuku Jawa, sedangkan masyarakat Lampung asli sekitar 13 persen. Namun adat istiadat serta budaya di provinsi ini tetap tumbuh subur. Itu menunjukkan adanya DNA kesenian yang kuat di Lampung,” kata Deni Ribowo, Rabu, 24 September 2025.
Deni menambahkan, pihaknya bersama Dinas Pendidikan Provinsi Lampung telah menyusun rencana pembukaan jurusan seni musik di tiga SMK. Untuk SMK tersebut yakni SMK Negeri 5 Bandar Lampung, SMK di Kota Gajah, dan SMK di Pringsewu.
Selain itu, Taman Budaya Lampung juga rencananya akan beralihfungsi sebagian menjadi pusat kegiatan pendidikan dan ekosistem seni budaya di daerah tersebut.
“Kalau ada 100 siswa lulusan SMP, tidak semuanya ingin masuk SMA atau SMK umum. Ada yang berbakat di musik, tari, atau seni rupa. SMK seni budaya akan menjadi pilihan baru untuk menyalurkan bakat anak-anak kita agar bisa berkembang menjadi profesi yang menjanjikan,” jelasnya.
Memiliki Peluang Besar
Menurut Deni, lulusan sekolah seni budaya memiliki peluang besar untuk berkarier dan mendapatkan penghidupan yang layak.
Ia mencontohkan sejumlah seniman Lampung yang sudah tampil di panggung nasional, bahkan ada yang mendapat kesempatan bernyanyi di Istana Negara.
“Banyak potensi yang bisa kita kembangkan. Anak-anak yang selama ini hanya melukis di jalanan saja bisa menghasilkan karya bernilai ekonomi. Apalagi jika difasilitasi oleh pemerintah melalui pendidikan formal,” ungkapnya.
“Ke depan, kita ingin Lampung juga melahirkan seniman-seniman besar sebagaimana yang banyak muncul dari Yogyakarta atau Tasikmalaya,” pungkasnya.








