Kalianda (lampost.co)–Calon mahasiswa dapat memanfaatkan data peminat program studi (prodi) tahun lalu untuk mengukur peluang lolos SNBP 2026. Data tersebut membantu peserta menimbang tingkat persaingan sebelum melamar ke perguruan tinggi tujuan.
Institut Teknologi Sumatera (Itera) baru saja merilis tren peminat pada jalur prestasi tahun 2025 sebagai referensi. Tercatat, sebanyak 10.259 siswa dari berbagai provinsi di Indonesia mendaftar ke Itera melalui jalur tersebut.
Angka ini membuktikan bahwa minat publik terhadap perguruan tinggi berbasis sains di Sumatra terus meningkat setiap tahun. Namun, dari puluhan prodi yang tersedia, terdapat lima jurusan yang memiliki peminat paling membeludak.
Berikut adalah daftar prodi Itera dengan peminat tertinggi pada SNBP 2025:
-
Farmasi: 1.202 peminat
-
Teknik Informatika: 918 peminat
-
Teknik Pertambangan: 830 peminat
-
Teknik Industri: 701 peminat
-
Teknologi Pangan: 455 peminat
Kepala Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru Itera, Abdul Rajak, menyarankan calon mahasiswa tetap mempertimbangkan bakat serta kemampuan akademik. Menurutnya, ketepatan memilih prodi menjadi kunci sukses dalam seleksi berbasis nilai rapor ini.
Menuju tahun akademik 2026, Itera menyiapkan total daya tampung sebanyak 5.275 kursi. Kuota tersebut akan tersebar secara merata ke 41 program studi melalui tiga jalur seleksi nasional.
Berdasarkan laman resmi Itera, jalur SNBP mendapatkan alokasi sebesar 35 persen dari seluruh daya tampung. Sementara itu, jalur SNBT memiliki porsi terbesar yakni 60 persen, dan jalur mandiri sebesar 5 persen.
“Komposisi ini bertujuan memberikan kesempatan luas bagi calon mahasiswa sekaligus menjaga kualitas perkuliahan,” jelas Rajak, akhir pekan ini.
Registrasi Akun
Saat ini, tahapan Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) sudah memasuki registrasi akun sekolah hingga 26 Januari 2026. Selanjutnya, registrasi akun bagi siswa akan dibuka mulai 12 Januari hingga 18 Februari 2026 mendatang.
Adapun pendaftaran resmi jalur SNBP berlangsung pada 3-18 Februari 2026. Itera berencana mengumumkan hasil seleksi tersebut pada 31 Maret 2026.
Rajak mengingatkan agar siswa memastikan verifikasi data akademik telah dilakukan dengan benar oleh pihak sekolah. Kesalahan pengisian data sekecil apa pun dapat berakibat fatal pada proses seleksi prestasi ini. (MI)








