Jakarta (Lampost.co) — Radikal bebas bisa terkait dengan penuaan dan sejumlah penyakit. Namun sedikit yang kita ketahui mengenai perannya dalam kesehatan manusia atau bagaimana mencegahnya agar tidak membuat orang sakit.
Teori radikal bebas tentang penuaan dan penyakit dapat membantu menjelaskan mengapa beberapa orang menua lebih lambat dari pada yang lain.
Meski radikal bebas diproduksi secara alami di dalam tubuh, namun faktor gaya hidup dapat mempercepat produksinya. Itu termasuk, paparan bahan kimia beracun, seperti pestisida dan polusi udara, merokok, alkohol, dan gorengan.
Baca Juga:
Ini Tips Jaga Kesehatan Ketika Memasuki Masa Pancaroba
Faktor gaya hidup ini telah terkait dengan penyakit seperti kanker dan penyakit kardiovaskular. Jadi, stres oksidatif mungkin menjadi alasan mengapa paparan zat tersebut menyebabkan penyakit. Apa sajakah itu?
Penyakit akibat radikal bebas
Menurut teori penuaan radikal bebas, yang pertama kali muncul pada 1956, radikal bebas merusak sel seiring berjalannya waktu. Dan mengutip laman Medical News Today, seiring bertambahnya usia, tubuh kehilangan kemampuannya untuk melawan efek radikal bebas.
Hasilnya adalah lebih banyak radikal bebas, lebih banyak stres oksidatif, dan lebih banyak kerusakan sel yang mengarah pada proses degeneratif serta penuaan normal. Berbagai penelitian dan teori telah menghubungkan stres oksidatif akibat radikal bebas dengan:
1. Penyakit sistem saraf pusat seperti Alzheimer dan demensia lainnya
2. Penyakit kardiovaskular akibat penyumbatan pembuluh darah
3. Gangguan autoimun dan inflamasi, seperti rheumatoid arthritis dan kanker
4. Katarak dan penurunan penglihatan terkait usia
5. Perubahan penampilan terkait usia, seperti hilangnya elastisitas kulit, kerutan, rambut beruban, rambut rontok, dan perubahan tekstur rambut
6. Diabetes
7. Penyakit degeneratif genetik, seperti penyakit Huntington atau Parkinson.
Ingat, penumpukan radikal bebas yang bertahap namun semakin cepat memberikan satu penjelasan mengapa tubuh yang sehat pun akan menua dan memburuk seiring berjalannya waktu.
Penelitian menunjukkan bahwa antioksidan tidak dapat menyembuhkan efek radikal bebas, setidaknya jika antioksidan berasal dari sumber buatan. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang apa itu radikal bebas dan mengapa mereka terbentuk.
Ada kemungkinan bahwa radikal bebas merupakan tanda awal sel sudah melawan penyakit, atau pembentukan radikal bebas tidak bisa terhindari seiring bertambahnya usia. Tanpa lebih banyak data, mustahil untuk memahami masalah radikal bebas sepenuhnya.
Orang yang tertarik untuk memerangi penuaan akibat radikal bebas harus menghindari sumber radikal bebas yang umum, seperti polusi dan makanan yang digoreng. Mereka juga harus mengonsumsi makanan yang sehat dan seimbang tanpa khawatir tentang suplemen antioksidan.








