• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Minggu, 31/08/2025 13:09
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • INDEKS
No Result
View All Result
Home Kesehatan

Konten Berdurasi Pendek Bisa Mengganggu Emosional Anak

Psikolog Anak dan Remaja, Vera Itabiliana Hadiwidjojo mengatakan, konten yang berdurasi 30 detik atau kurang bisa mengganggu kesehatan mental si kecil.

Ricky MarlyMedcombyRicky MarlyandMedcom
01/05/25 - 23:50
in Kesehatan
A A
Pemerintah Bidik Pajak Digital dan Media Sosial, Targetkan Optimalisasi Penerimaan Negara 2026

(dok. istockphoto.com)

Jakarta (Lampost.co) — Saat ini media sosial tidak bisa lepas dari gaya hidup anak-anak. Anak menonton berbagai jenis konten di media sosial, termasuk konten yang mengemas durasi pendek.

Psikolog Anak dan Remaja, Vera Itabiliana Hadiwidjojo mengatakan, konten yang berdurasi 30 detik atau kurang bisa mengganggu kesehatan mental si kecil.

“Dari yang konten-kontennya cuma ke 30 detik, kemudian diganti-ganti (di-scroll), itu enggak bagus buat anak,” kata Vera saat temu media beberapa waktu lalu.

Baca Juga:

Ini Batasan Screen Time bagi Anak Sesuai Rekomendasi WHO

Menurut Vera, sesuatu yang belum selesai dicerna apa yang anak lihat, secara kognitif bisa memengaruhi emosional si kecil. Sehingga perlu menghindari konten-konten yang berdurasi pendek.

“Saya banyak menerima anak yang munculnya gangguan emosional. Jadi dia belum selesai mencerna konten yang berdurasi 30 detik itu, secara kognitif, secara emosi, sudah muncul lagi yang lain. Akhirnya menumpuk dan menumpuk, munculnya gangguan emosional,” katanya.

 

Sesuai Usia

Kemudian Vera yang lulusan Universitas Indonesia ini juga menyarankan kepada orang tua untuk lebih disiplin memberikan anaknya gadget. Tentunya porsi yang kita berikan sesuai dengan usianya.

“Untuk lima tahun ke atas atau setara usia SD, sebaiknya hanya melahap gadget sekitar satu sampai dua jam, itu sudah maksimal dalam satu hari,” ujar Vera.

“Sementara di usia remaja bisa lebih fleksibel dari itu, asal tidak mengganggu waktu tidur mereka,” kata Vera.

Sehingga menurutnya lebih mengutamakan belajar sosialisasi secara nyata, beribadah, dan berinteraksi bersama keluarga.

Sementara itu menurut WHO, orang tua bayi dan balita sebaiknya tidak memberikan gadget kepada anak sebelum berusia dua tahun. Apalagi semata-mata bertujuan agar anak bisa duduk diam dan tenang.

Kemudian untuk anak berusia dua hingga empat tahun, screen time kita batasi selama satu jam atau kurang dalam satu hari.

Anda juga bisa mengikuti berita kesehatan dari Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) dengan mengklik di website pafimarneda.org

Tags: balitabayiEmosional AnakgadgetkognitifkontenKonten Berdurasi Pendekmedia sosialorang tuapsikologScreen timescrollsesuai usiasi kecilWHO
ShareSendShareTweet

Berita Lainnya

Bisa Jadi Momen yang Menyenangkan, Ini 11 Tips Memandikan Anak Balita

Bisa Jadi Momen yang Menyenangkan, Ini 11 Tips Memandikan Anak Balita

byRicky Marlyand1 others
28/08/2025

Jakarta (Lampost.co) -- Waktu mandi bisa menjadi salah satu momen yang menyenangkan bagi balita. Tetapi orang tua juga harus waspada...

Apakah Wasir Bisa Muncul Kembali Usai Operasi? Ini Penjelasan Dokter

Apakah Wasir Bisa Muncul Kembali Usai Operasi? Ini Penjelasan Dokter

byRicky Marlyand1 others
27/08/2025

Jakarta (Lampost.co) -- Menjadi problema tersendiri buat pasien saat menjalani operasi wasir. Banyak pasien yang takut menjalani operasi karena stigma...

Direktur RSUD Abdul Moeloek, Imam Ghozali.Dok

RSUD Abdul Moeloek Tindak Tegas Oknum Dokter Diduga Minta Uang Ke Pasien BPJS

byNur
21/08/2025

Bandar Lampung (Lampost.co)----Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Moeloek Lampung akhirnya angkat bicara terkait dugaan adanya oknum dokter yang...

Load More
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.