• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Minggu, 22/02/2026 07:01
Jendela Informasi Lampung
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Jendela Informasi Lampung
Home Kesehatan

Suka Makan Fast Food atau Gorengan, ini Dampaknya bagi Kesehatan

Makanan cepat saji biasanya tinggi gula, garam, dan lemak jenuh atau trans.

Ricky MarlyMedcombyRicky MarlyandMedcom
29/01/25 - 23:38
in Kesehatan
A A
Suka Makan Fast Food atau Gorengan, ini Dampaknya bagi Kesehatan

(dok. pixabay.com)

Jakarta (Lampost.co) — Makanan cepat saji terkadang memiliki rasa yang enak, mudah kita dapat, cepat, dan mengenyangkan. Sehingga makanan cepat saji atau fast food ini banyak peminatnya.

Bahkan banyak perusahaan makanan cepat saji yang telah mencantumkan jumlah kalori yang terkandung di setiap makanan. Tapi, itu hanya sebagian dari pertimbangan sehat atau tidaknya. Berbanding terbalik dengan nutrisinya.

Harus kita pahami, makanan cepat saji biasanya tinggi gula, garam, dan lemak jenuh atau trans. Reaksi tubuh terhadap nutrisi ini menimbulkan berbagai dampak saat seseorang mengonsumsi makanan cepat saji.

Baca Juga:

Pentingnya Menghindari Makanan Tinggi Gula untuk Kesehatan Jantung

Selain itu, ada banyak bukti penelitian yang menunjukkan bahwa mengonsumsi makanan cepat saji secara teratur dapat membahayakan kesehatan.

Nah, kalau kamu lebih suka makan makanan cepat saji, gorengan, dan tinggi kolesterol? Beragam dampak akan memengaruhi kesehatanmu nantinya.

1. Sistem pencernaan

Banyak makanan cepat saji yang sangat rendah serat. Dokter mengasosiasikan diet rendah serat ini dengan risiko lebih tinggi terhadap kondisi pencernaan seperti sembelit dan penyakit divertikular. Serta berkurangnya bakteri usus yang sehat.

2. Imunitas dan peradangan

Sebuah tinjauan tahun 2019 dari Medical News Today, meneliti efek pola makan Barat terhadap sistem kekebalan seseorang. Diet ini terdiri dari gula, garam, dan lemak jenuh dalam jumlah tinggi hanya dari beberapa sumber.

Para penulis mencatat bahwa pola makan orang Barat dapat menyebabkan peradangan yang lebih tinggi. Kemudian pengendalian infeksi yang lebih rendah, tingkat kanker yang lebih tinggi, dan risiko penyakit alergi dan autoinflamasi yang lebih tinggi.

3. Penyakit jantung

FDA menunjukkan bahwa pola makan tinggi garam sering kali meningkatkan tekanan darah yang akan membuat seseorang lebih rentan terhadap serangan jantung, stroke, atau penyakit ginjal.

FDA juga mencatat bahwa pola makan tinggi lemak trans meningkatkan jumlah lipoprotein densitas rendah atau kolesterol jahat. Serta menurunkan jumlah lipoprotein densitas tinggi atau kolesterol baik. Artinya, seseorang lebih besar kemungkinannya terkena penyakit jantung.

4. Diabetes

Konsumsi makanan cepat saji dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2. Jenis makanan ini memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi yang akan menjadi glukosa ke dalam darah.

Akibatnya, kadar gula dalam darah akan meningkat. Bila kita konsumsi dalam jangka panjang, hal ini dapat mengganggu kerja hormon insulin.

5. Memori 

Sebuah makalah tahun 2020 menunjukkan adanya hubungan antara pola makan tidak seimbang yang tinggi lemak jenuh dan karbohidrat sederhana, khas makanan cepat saji, dan kapasitas memori dan pembelajaran yang lebih rendah.

Pola makan seperti ini juga dapat meningkatkan risiko penyakit alzheimer dan penyakit parkinson.

6. Obesitas

Makanan cepat saji umumnya mengandung jumlah kalori yang sangat tinggi. Jika seseorang mengonsumsi lebih banyak kalori dari pada yang dibakar setiap hari, berat badan bertambah dan dapat menyebabkan obesitas.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), obesitas meningkatkan risiko seseorang terkena berbagai kondisi kesehatan yang serius. Seseorang yang memiliki berat badan berlebih berisiko mengalami gangguan pernapasan, termasuk sesak napas dan asma.

Tags: fast foodgorenganjantungkolesterolMakanan cepat sajipencernaanpenyakit
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

6 Tempat Minuman Segar, Enak, dan Murah di Bandar Lampung untuk Berbuka Puasa

6 Tempat Minuman Segar, Enak, dan Murah di Bandar Lampung untuk Berbuka Puasa

byAtikaand1 others
19/02/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Saat bulan Ramadan di Bandar Lampung, berburu minuman segar sebelum atau setelah berbuka puasa menjadi momen...

Tujuh Sayuran Andalan untuk Jaga Stamina dan Kesehatan Selama Puasa

Tujuh Sayuran Andalan untuk Jaga Stamina dan Kesehatan Selama Puasa

byAtikaand1 others
19/02/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Menjalani ibadah puasa membutuhkan kondisi tubuh yang prima agar tetap bugar dari sahur hingga berbuka sehingga...

Konsumsi Menu ini Agar Tubuh Selalu Bugar Selama Puasa

Konsumsi Menu ini Agar Tubuh Selalu Bugar Selama Puasa

byAtikaand1 others
19/02/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Memasuki bulan suci Ramadhan, menjaga pola makan menjadi kunci utama agar tubuh tetap sehat dan bertenaga...

Berita Terbaru

Awan menyelimuti wilayah Tugu Adipura Bandar Lampung. BMKG Lampung memperkirakan cuaca di wilayah Lampung cerah berawan berpotensi hujan. (Foto: Lampost.co / Triyadi Isworo)
Cuaca

Minggu, 22 Februari 2026, Cuaca Lampung Berawan Waspada Potensi Hujan

byTriyadi Isworo
22/02/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan informasi cuaca harian. Minggu, 22 Februari 2026, cuaca Provinsi...

Read moreDetails
Persik vs bhayangkara fc

Persik Vs Bhayangkara FC, Drama 7 Gol di Kediri

22/02/2026
logo BRI Super League

Semen Padang Comeback Dramatis, Tahan Malut United 2-2

22/02/2026
Sassuolo vs hellas verona

Sassuolo vs Verona 3-0, Jay Idzes Tampil Solid Jaga Nirbobol

22/02/2026
Persija vs PSM

Persija Jakarta Amankan Tiga Poin di JIS dari PSM Makassar

22/02/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.