Jakarta (Lampost.co) – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) kembali menegaskan posisi mereka. Terlebih yang konsisten menolak gagasan pemilihan kepala daerah (pilkada) melalui mekanisme DPRD.
Hal ini tersampaikan Ketua DPP PDIP, Andreas Hugo Pareira. Andreas menegaskan bahwa PDIP tetap pada pendiriannya. Meskipun partainya mungkin menjadi satu-satunya yang secara terbuka menolak usulan tersebut. Ia menyebutkan bahwa sikap itu bukanlah masalah besar bagi PDIP.
“Kami PDIP sudah memiliki pandangan yang jelas. Sikap ini kami pertahankan, dan tidak jadi soal jika kami berdiri sendiri dalam menolak pilkada melalui DPRD,” kata Andreas, mengutip Media Indonesia, Sabtu, 10 Januari 2026.
Kemudian ia menambahkan bahwa partainya terus memantau respons masyarakat terhadap gagasan ini, termasuk bagaimana dinamika politik berkembang. Andreas menyatakan, aspirasi dari berbagai elemen masyarakat sipil turut diterima oleh PDIP dalam beberapa waktu terakhir.
Selain itu, PDIP berencana membahas isu sistem pemilihan kepala daerah ini lebih dalam pada agenda Rapat Kerja Nasional (Rakernas). Kegiatan terjadwalkan berlangsung pada 10-12 Januari di Ancol. Andreas menyatakan pihaknya mengundang tokoh-tokoh masyarakat sipil untuk turut memberi masukan pada pembahasan tersebut.








