Bandar Lampung (Lampost.co): Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Lampung menyiapkan 235 unit bus pariwisata sebagai armada cadangan untuk memperkuat layanan arus balik pada Angkutan Lebaran 2026.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung, Bambang Sumbogo, menegaskan seluruh bus cadangan tersebut siap beroperasi untuk mendukung armada reguler. Ia memastikan kesiapan itu setelah pihaknya melakukan rapat koordinasi terakhir.
“Dalam rapat terakhir, kami memastikan seluruh bus cadangan siap beroperasi. Untuk bus cadangan reguler sekitar 30 hingga 50 unit, semuanya bisa kami kerahkan saat arus balik,” kata Bambang di Bandar Lampung, Rabu, 25 Maret 2026.
Ia menjelaskan, Dinas Perhubungan Lampung memfokuskan pengoperasian 30–50 unit bus cadangan reguler di Terminal Rajabasa dengan tujuan Pelabuhan Bakauheni. Langkah ini sebagai antisipasi lonjakan penumpang, meskipun hingga saat ini layanan bus utama masih berjalan lancar.
Bambang mengakui operasional di lapangan relatif terkendali. Ia hanya mencatat adanya antrean ringan yang muncul akibat waktu tunggu kedatangan bus di Terminal Rajabasa.
“Selama persiapan hingga operasional, kami tidak menghadapi kendala berarti. Hanya sesekali muncul antrean karena penumpang menunggu bus dari Terminal Rajabasa,” ujarnya.
Untuk mengurai antrean, Dishub Lampung menerapkan pola operasional yang menyerupai sistem layanan penyeberangan kapal, yakni pola tiba–bongkar–berangkat. Melalui skema ini, setiap bus yang tiba di terminal langsung mengangkut penumpang menuju Pelabuhan Bakauheni tanpa jeda panjang.
“Begitu bus tiba di Terminal Rajabasa, langsung kami isi penumpang dan berangkat ke Bakauheni. Setibanya di sana, bus kembali membawa penumpang ke terminal, lalu berputar lagi ke pelabuhan. Dengan pola ini, antrean biasanya sudah terurai sejak pagi hari,” katanya. (ANT)








