Bandar Lampung (Lampost.co) – Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Lampung memetakan kompetensi sekitar 33 ribu guru sepanjang 2025. Hasilnya menunjukkan rata-rata kemampuan guru masih berada di kisaran 50 persen.
Kepala BGTK Lampung, Hendra Apriawan, menilai kondisi tersebut membutuhkan langkah konkret melalui pelatihan yang lebih tepat sasaran. Ia menegaskan program peningkatan kompetensi harus menyesuaikan kebutuhan riil di lapangan.
“Kami melihat perlunya intervensi pelatihan yang lebih spesifik agar hasilnya benar-benar terasa,” kata Hendra dalam rapat koordinasi di Hotel Novotel Bandar Lampung, Senin (13/4/2026).
Pelatihan Disesuaikan Kebutuhan Guru
Hendra menjelaskan, BGTK akan mengembangkan pelatihan berbasis kebutuhan dengan melibatkan berbagai pihak. Kolaborasi akan dilakukan bersama perguruan tinggi, organisasi profesi, serta pemerintah daerah.
Menurutnya, pendekatan ini membuat pelatihan lebih efektif tanpa membebani anggaran. Selain itu, materi yang diberikan juga dapat langsung diterapkan dalam proses belajar mengajar.
“Pelatihan harus efisien, tetapi tetap berdampak nyata terhadap kualitas pembelajaran di kelas,” ujarnya.
BGTK juga membuka peluang kerja sama lebih luas untuk memperkuat peningkatan kompetensi guru. Program ke depan akan fokus pada kebutuhan spesifik setiap guru agar hasilnya lebih optimal.
Sementara itu, Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, menyebut rata-rata lama sekolah di Lampung mencapai 8,61 tahun. Angka tersebut turut mendorong peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di daerah itu.








