Bandar Lampung (lampost.co) — Pemerintah Provinsi Lampung mencatat peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang mencapai 73,98 poin. Capaian ini menunjukkan kinerja sektor pendidikan yang terus membaik dari tahun ke tahun.
Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, menyebut angka tersebut naik sekitar 1,16 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Ia menyampaikan hal itu dalam rapat koordinasi bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Balai Guru dan Tenaga Kependidikan, Senin, 13 April 2026.
Indikator Pendidikan dan Kesehatan Menguat
Peningkatan IPM didukung sejumlah indikator utama. Angka harapan hidup tercatat 74,71 tahun. Sementara itu, harapan lama sekolah mencapai 12,79 tahun dan rata-rata lama sekolah berada di angka 8,61 tahun.
Menurut Jihan, capaian tersebut mencerminkan perbaikan kualitas hidup masyarakat, khususnya pada sektor pendidikan dan kesehatan.
Tantangan Fiskal, Kolaborasi Jadi Kunci
Di sisi lain, Jihan mengingatkan bahwa kondisi fiskal daerah masih menjadi tantangan. Ia meminta seluruh pemangku kepentingan memperkuat kolaborasi agar program prioritas, terutama di bidang pendidikan, tetap berjalan optimal.
Ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas guru dan tenaga kependidikan sebagai faktor utama dalam mendorong kemajuan daerah.
“Pendidikan menjadi instrumen utama pembangunan manusia. Tanpa sumber daya manusia yang berkualitas, potensi daerah sulit berkembang maksimal,” ujarnya.
Komitmen Perluas Akses Pendidikan
Sebagai bentuk komitmen, Pemprov Lampung terus menyesuaikan kebijakan dengan arahan pemerintah pusat. Salah satu langkah konkret yang sudah berjalan yakni pembebasan biaya komite untuk SMA negeri di seluruh wilayah Lampung.
Kebijakan tersebut diharapkan mampu memperluas akses pendidikan sekaligus menekan angka anak yang tidak bersekolah. Pemerintah optimistis langkah ini dapat memperkuat fondasi pembangunan sumber daya manusia di Lampung ke depan.









