Bandar Lampung (lampost.co)–Cuaca ekstrem yang menerjang Kota Bandar Lampung sejak awal tahun 2026 memicu serangkaian bencana, mulai dari banjir hingga pohon tumbang. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung kini bekerja ekstra keras untuk menangani dampak cuaca buruk yang tersebar di berbagai wilayah kota.
Sejauh ini, BPBD mencatat telah mengevakuasi sedikitnya 50 pohon tumbang yang mengganggu akses jalan dan mengancam keselamatan warga. Selain menyingkirkan batang pohon, tim di lapangan juga rutin melakukan pembersihan gorong-gorong untuk mencegah sumbatan yang dapat memperparah genangan air.
Sekretaris BPBD Kota Bandar Lampung, Edy Susanto, meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama masa cuaca ekstrem ini berlangsung. Ia menyarankan agar warga membatasi aktivitas di luar ruangan jika tidak mendesak.
“Imbauan untuk masyarakat agar selalu waspada dikarenakan cuaca ekstrem. Masyarakat sebaiknya tidak keluar rumah apabila tidak ada keperluan yang penting,” ujar Edy Susanto, Selasa, 24 Februari 2026.
Peringatan Khusus
Selain ancaman pohon tumbang, BPBD memberikan perhatian khusus bagi penduduk yang bermukim di daerah rawan bencana, seperti kawasan perbukitan dan pinggiran aliran sungai. Potensi longsor dan luapan air sungai menjadi ancaman nyata saat intensitas hujan meningkat tajam.
Edy menekankan pentingnya respons cepat warga jika melihat tanda-tanda bahaya di lingkungan sekitar mereka.
“Untuk masyarakat di daerah rawan seperti perbukitan dan aliran sungai, mohon selalu pantau kondisi lingkungan. Apabila terjadi keadaan darurat, segera lakukan evakuasi diri dan hubungi call center kami agar bantuan bisa dilakukan secepat mungkin,” tambahnya.
Tips Keselamatan BPBD
Guna menghindari jatuh korban, BPBD merilis beberapa panduan keselamatan bagi warga Bandar Lampung:
-
Hindari Berteduh di Bawah Pohon: Jangan berlindung di bawah pohon besar atau papan reklame saat angin kencang.
-
Pantau Debit Air: Warga di bantaran sungai harus waspada jika air mulai meluap ke pemukiman.
-
Segera Lapor: Manfaatkan layanan kedaruratan jika akses jalan tertutup pohon atau terjadi banjir bandang.
Hingga saat ini, personel BPBD tetap bersiaga 24 jam untuk memantau titik-titik rawan dan merespons laporan warga dengan cepat. (Magang/Fauzan)








