Bandar Lampung (Lampost.co) — Perum Bulog Kantor Wilayah Lampung mencatat stok beras yang pihaknya kelola hingga akhir 2025 mencapai 168.000 ton.
Jumlah tersebut merupakan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang sudah siap untuk memenuhi berbagai kebutuhan sesuai penugasan pemerintah.
Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil Lampung, Rindo Safutra mengatakan stok beras yang tersedia memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas pangan.
“Stok ini dapat berguna untuk berbagai keperluan seperti Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), bantuan pangan, maupun tanggap darurat bencana,” kata dia, Selasa, 20 Januari 2026.
Baca juga : Langkah Pemkab Lampung Tengah Stabilisasi Harga Gabah Petani
Ia menjelaskan, keberadaan cadangan beras menjadi instrumen penting dalam merespons kondisi pasar maupun situasi darurat. Penyaluran berjalan sesuai dengan kebutuhan dan penugasan yang berlaku.
Terkait penugasan tahun 2026, Rindo menyampaikan hingga saat ini Bulog Lampung masih menunggu arahan lebih lanjut atau penugasan resmi dari pemerintah pusat maupun Badan Pangan Nasional (Bapanas).
Meski begitu, terdapat penugasan yang masih berjalan hingga saat ini. Bulog Lampung tetap melaksanakan penyaluran beras untuk program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan.
Penyaluran SPHP berlaku sebagai upaya menjaga harga beras tetap stabil pada pasaran. Program tersebut menjadi salah satu instrumen pemerintah dalam mengendalikan fluktuasi harga pangan.
“Kami masih menunggu instruksi resmi. Saat ini yang masih berjalan adalah penyaluran SPHP,” ia memungkasi.







