Bandar Lampung (Lampost.co) – Lima calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Desa Pelindung Jaya, Kecamatan Gunung Pelindung, Kabupaten Lampung Timur, pulang usai gagal diselundupkan secara ilegal ke Malaysia.
Patroli gabungan TNI AL, BP3MI Riau, dan Polda Riau di Perairan Rupat, Kabupaten Bengkalis, Riau mengamankan mereka, yang termasuk dalam rombongan 19 orang.
Rombongan diamankan saat menumpangi speedboat tanpa dokumen resmi. Kapal sempat mencoba melarikan diri, namun berhasil dihentikan setelah petugas melepaskan tembakan peringatan dan tembakan terarah ke mesin kapal.
Dalam operasi itu, petugas menangkap dua pelaku sebagai tekong dan perekrut PMI ilegal. Dari hasil pemeriksaan, pelaku merekrut korban melalui media sosial seperti TikTok. Pelaku meminta bayaran Rp4,5 juta hingga Rp11 juta.
Petugas juga menyita sejumlah barang bukti, di antaranya satu unit speedboat bermesin tiga, 15 KTP, 6 paspor, dan 19 unit ponsel. Kedua tersangka kini menjalani pemeriksaan di Polda Riau untuk proses hukum lebih lanjut.
Kepala BP2MI Provinsi Lampung, Ahmad Fauzi, menyebut lima calon PMI asal Lampung Timur itu hendak bekerja sebagai tukang kebun sayur-mayur di Malaysia Barat, namun mereka tidak memiliki dokumen sah.
“Karena berangkat secara nonprosedural, mereka sangat rentan menjadi korban eksploitasi hingga perdagangan orang,” ujar Fauzi.
Ia menambahkan, Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah langsung berkoordinasi dengan BP3MI Lampung untuk memastikan proses pemulangan berlangsung aman dan manusiawi.
Setibanya di Lampung, keluarga menyambut kelima korban. Begitu pula dengan Kepala Desa Pelindung Jaya, Camat Gunung Pelindung, serta Dinas Tenaga Kerja Lampung Timur.
Perkuat Literasi Migrasi Aman
Fauzi menegaskan pihaknya akan terus memperkuat literasi migrasi aman, terutama di daerah kantong PMI.
“Kami siap memfasilitasi pelatihan, pemberdayaan, dan informasi prosedural bagi calon PMI. Jangan sampai warga tergoda jalan pintas yang justru membahayakan,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Ela Siti Nuryamah mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru berangkat ke luar negeri jika belum siap secara menyeluruh.
“Siapkan fisik, mental, dan dokumen. Jangan percaya calo. Gunakan jalur resmi agar terlindungi hukum dan kemanusiaan,” tegasnya.








