Bandar Lampung (Lampost.co): Ketua DPRD Provinsi Lampung, Ahmad Giri Akbar, mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat kolaborasi menjelang arus balik Lebaran 2026. Ia menilai peningkatan mobilitas masyarakat akan kembali terjadi setelah perayaan Idulfitri 1447 Hijriah.
“Selama arus mudik, malam takbiran, dan pelaksanaan hari raya, kita bersama-sama melakukan pemantauan. Alhamdulillah semuanya berjalan aman dan kondusif,” kata Giri, Minggu, 22 Maret 2026.
Giri meminta masyarakat mengikuti arahan petugas serta mematuhi kebijakan pemerintah selama arus balik. Ia juga mendorong masyarakat mengatur waktu keberangkatan sesuai kebutuhan masing-masing.
“Puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 24 Maret 2026. Pemerintah juga menerapkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) bagi pekerja. Masyarakat bisa mengatur jadwal keberangkatan pada 24, 25, 26, atau 27 Maret 2026,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat dan petugas menjaga kondisi fisik serta mengutamakan keselamatan selama perjalanan arus balik.
“Kita semua harus menjaga kondisi tubuh dan keselamatan. Mudah-mudahan arus balik berjalan lancar tanpa kemacetan signifikan maupun kejadian yang tidak diinginkan,” katanya.
Pemerintah memperkirakan arus balik berlangsung pada 23–30 Maret 2026. Pemerintah memprediksi dua puncak arus balik karena kebijakan WFA pada 25–27 Maret 2026.
Petugas memprediksi puncak pertama arus balik moda penyeberangan dan lalu lintas jalan terjadi pada Selasa, 24 Maret 2026. Selanjutnya, petugas memperkirakan puncak gelombang kedua terjadi pada Sabtu–Minggu, 28–29 Maret 2026.








