Bandar Lampung (Lampost.co) — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal resmi melantik jajaran direksi baru di dua Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Dua perusahaan itu adalah PT Wahana Raharja dan PT Lampung Jasa Utama (LJU).
Poin Penting:
-
Dua BUMD Lampung memiliki direksi baru.
-
Perusahaan daerah untuk mengambil ambil peluang dan berinovasi.
-
Fokus utama kemandirian fiskal Lampung.
Asep Muzaki kini menjadi direktur utama PT Wahana Raharja, sedangkan Yurita Sari sebagai direktur operasional. Sementara di PT LJU, direktur utamanya Oktavianus Yulia dengan Amri Zamani sebagai direktur operasional.
Harus Jadi Motor Ekonomi
Dalam arahannya, Mirza menegaskan BUMD Lampung harus menjadi motor penggerak ekonomi daerah. Tidak hanya itu, BUMD juga untuk mampu menopang peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) Lampung.
Baca juga: Pemprov Lampung Cari Direksi Baru BUMD, Pengamat: Momentum Perbaikan Kinerja
“BUMD harus lebih kreatif, produktif, dan mandiri. Selama lima tahun terakhir, tidak ada kucuran APBD. Karena itu, BUMD wajib membuktikan diri mampu berdiri sendiri,” ujarnya, Jumat, 3 Oktober 2025.
Gubernur meminta sinergi dengan berbagai organisasi, mulai dari Hipmi, Apindo, hingga Hippi agar BUMD Lampung semakin kuat menghadapi tantangan ekonomi.
Saatnya Berinovasi
Mirza juga menegaskan permasalahan hukum yang sebelumnya menjerat beberapa BUMD kini sudah selesai. Dengan fondasi yang lebih bersih, direksi baru harus lebih berani berinovasi.
“Semua masalah sudah tuntas. Jadi jangan ragu melakukan terobosan. BUMD Lampung harus berani ambil peluang dan terus berkembang,” ujarnya.
Optimalisasi Aset Daerah Jadi Prioritas
Selain itu, Mirza menyoroti banyak aset daerah Lampung yang hingga kini belum termanfaatkan secara optimal. Menurutnya, aset terbengkalai bisa memberi nilai tambah besar jika pengelolannya secara produktif.
“Banyak aset daerah yang terbengkalai. Jika BUMD bisa menjalin kerja sama dengan sektor swasta, PAD akan meningkat signifikan,” katanya.
Kemandirian Fiskal Harus Tercapai
Gubernur menekankan pentingnya kemandirian fiskal Lampung. Dengan BUMD yang produktif, dapat mengurangi secara bertahap ketergantungan terhadap dana dari pusat.
“BUMD Lampung harus mendorong usaha-usaha produktif agar kemandirian fiskal tercapai. Jika PAD meningkat, Lampung tidak lagi bergantung penuh pada pusat,” kata Mirza.








