Krui (Lampost.co) — Dua wisatawan Pantai Labuhan Jukung, Pesisir Barat, Lampung hanyut terseret ombak. Satu di antaranya meninggal dunia, Selasa, 26 Mei 2026, sekitar pukul 10.00 WIB.
Saksi mata, Gunawan Hasan, mengatakan satu orang meninggal atas nama Gilang (24), warga Kabupaten Mesuji. Sementara temannya masih dirawat di Puskesmas terdekat.
“Satu selamat. Enggak lama temannya juga hanyut dan terseret ombak hingga meninggal,” katanya.
Ia menceritakan awalnya mereka berempat dari Mesuji, berlibur dan menginap di Pantai Mandiri. Karena ombak yang cukup tinggi di Mandiri, mereka akhirnya pindah mandi ke Labuhan Jukung.
“Mereka mandi di belakang PLN, memang di sana itu ombaknya besar. Hanyut satu orang dan diselamatkan oleh turis,” katanya.
Tak lama kemudian, dari rombongan mereka ada satu orang yang kembali terseret ombak. Sempat dievakuasi oleh perahu nelayan dan warga namun tidak terselamatkan lagi.
“Sempat terombang ambing oleh ombak, sudah kami evakuasi tadi,” katanya.
Warga lain, Idham berharap agar wisata Labuhan Jukung dan Panti Mandiri menyediakan penjaga pantai atau life guard untuk mengawasi wisatawan.
“Biar tidak ada korban lagi, kalau begini terus warga makin sepi ke labuhan jukung,” katanya.
Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update