Bandar Lampung (Lampost.co) — Penyelenggaraan Ijtima’ Ulama Dunia dan Tabligh Akbar Indonesia Berdoa di kawasan Kota Baru tidak hanya menjadi pusat perhatian umat Islam dari berbagai negara. Tetapi juga menghadirkan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat Lampung.
Kegiatan berskala internasional yang berlangsung pada 28–30 November 2025 ini dipadati ratusan ribu jemaah dari seluruh Indonesia dan lebih dari 99 negara.
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, meninjau langsung lokasi kegiatan pada Minggu, 30 November 2025. Ia menegaskan bahwa perhelatan besar ini memberikan multiplier effect bagi sektor ekonomi lokal.
“Acara ini bukan hanya menjadi ajang ibadah dan silaturahmi, tetapi juga membawa berkah ekonomi bagi warga. Masyarakat, terutama pedagang dan pelaku UMKM, merasakan langsung peningkatan pendapatan selama kegiatan berlangsung,” ujar Gubernur Mirza.
Gubernur Mirza menyampaikan bahwa Pemprov Lampung berkomitmen menjadikan kegiatan berskala besar sebagai strategi memperkuat ekonomi daerah.
“Kita ingin Lampung menjadi tuan rumah yang siap untuk event nasional maupun internasional. Setiap kegiatan besar harus memberi dampak langsung bagi masyarakat,” tegasnya.
Berikan Apresiasi
Gubernur juga memberikan apresiasi kepada TNI–Polri, pemerintah daerah, panitia, dan relawan yang memastikan kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif.
Menurutnya, kenyamanan jemaah menjadi prioritas utama dalam setiap penyelenggaraan kegiatan.
Dengan hasil positif yang dirasakan masyarakat, Pemerintah Provinsi Lampung berharap Ijtima’ Ulama Dunia menjadi momentum memperkuat citra Lampung sebagai daerah yang aman dan ramah.
“Sehingga layak menjadi destinasi penyelenggaraan kegiatan berskala besar di masa mendatang,” ujarnya.








