Kalianda (lampost.co)–Manajemen PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) terus memperketat pengawasan terhadap kesiapan arus balik Lebaran 1447 Hijriah. Fokus utama pada ketertiban administrasi perjalanan dan distribusi beban dermaga guna menghindari penumpukan kendaraan di area pelabuhan.
Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, memberikan penegasan kepada seluruh calon penumpang untuk menyusun rencana perjalanan lebih awal. Ia mengingatkan bahwa saat ini sudah tidak tersedia layanan penjualan tiket fisik di lokasi pelabuhan.
“Seluruh pengguna jasa wajib mengantongi tiket melalui aplikasi atau situs Ferizy sebelum tiba di gerbang pelabuhan. Langkah ini krusial agar tidak terjadi kendala saat proses pemeriksaan,” tegas Windy.
Berdasarkan data terbaru dari Posko Bakauheni, terjadi pergeseran tren volume kendaraan yang cukup mencolok ketimbang periode sebelumnya:
-
Sepeda Motor: Mencapai 5.248 unit, melonjak tajam hingga 59,4%.
-
Kendaraan Roda Empat: Tercatat 7.407 unit, mengalami kenaikan 27,9%.
-
Armada Logistik: Mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 189,6% dengan total 1.202 unit.
-
Bus Penumpang: Sebanyak 237 unit, naik tipis di angka 19,7%.
Secara akumulatif sejak H-10 hingga hari raya, total masyarakat yang menyeberang dari Sumatera ke Jawa menembus 480.613 orang (naik 5,8%) dengan total 102.031 unit kendaraan (tumbuh 11,5%).
Perbandingan Trafik dari Pulau Jawa
Sebaliknya, arus kendaraan dari Pulau Jawa menuju Sumatera melalui titik Merak, Ciwandan, dan BBJ Bojonegara menunjukkan sedikit penurunan pada hari pelaksanaan lebaran. Tercatat sebanyak 53.594 penumpang (turun 4,3%) dan 13.383 kendaraan (turun 5,7%).
Namun, secara total kumulatif, pergerakan tetap berada di zona positif dengan raihan 952.458 penumpang (naik 1%) serta 253.049 unit kendaraan (meningkat 5,6%).
General Manager ASDP Cabang Bakauheni, Partogi Tamba, menjelaskan bahwa pihaknya menerapkan skema multi-dermaga secara fleksibel. Pengaturan ini bertujuan untuk menjaga distribusi kendaraan dan penumpang tetap merata di setiap dermaga yang tersedia. Melalui pola ini, ritme layanan diharapkan tetap stabil meskipun terjadi peningkatan volume secara mendadak. (MI)








