Bandar Lampung (Lampost.co) — Ketua Jakarta Smart City (JSC), P. Ariadi Limbong, menegaskan bahwa kesuksesan JAKI sebagai aplikasi layanan publik di Jakarta tidak terlepas dari kepemimpinan daerah yang visioner. Serta kemampuan ekosistem pemerintahannya dalam mendorong inovasi secara cepat dan terstruktur.
Ia menyebut, fondasi itulah yang juga ingin ditularkan ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung dalam pengembangan platform Lampung-In.
Ariadi memastikan JSC siap memberikan dukungan penuh bagi Pemprov Lampung. Mulai dari pendampingan teknis pengembangan sistem dan penguatan manajemen layanan digital.
Serta penyediaan infrastruktur teknologi yang dibutuhkan untuk memastikan Lampung-In berkembang secara berkelanjutan.
Dalam sesi pemaparan, Tim JSC menyampaikan bahwa kolaborasi antara JSC dan Pemprov Lampung sejauh ini berjalan sangat baik.
Mereka juga menyoroti sejumlah fitur unggulan JAKI yang dinilai cocok diadaptasi oleh Lampung-In. Terutama dalam pengembangan kanal aduan yang lebih responsif serta sistem integrasi data yang lebih matang.
Berdasarkan hasil evaluasi teknis, Lampung-In hingga 30 November 2025 telah berhasil menghubungkan lebih dari 15 layanan SPBE dari berbagai OPD di lingkungan Pemprov Lampung.
Tidak hanya itu, jumlah pengguna platform ini juga menunjukkan pertumbuhan signifikan, mencapai 39 ribu pengguna. Sehingga menandakan antusiasme masyarakat terhadap layanan digital terintegrasi semakin meningkat.
Baca Juga:
Jadikan Lampung-In Sebagai Platform Digital Terdepan
Rekomendasi
Menyongsong tahun 2026, Tim JSC merekomendasikan serangkaian pengembangan strategis agar Lampung-In semakin adaptif terhadap kebutuhan publik.
Beberapa usulan penguatan yang dipaparkan antara lain fitur pengaturan privasi laporan (public/private) untuk meningkatkan kenyamanan pelapor. Integrasi SPBE lintas kabupaten/kota agar layanan dapat diakses secara lebih luas.
Dashboard analitik yang lebih komprehensif guna membantu pemerintah mengambil keputusan berbasis data. Aplikasi operasional khusus petugas OPD agar proses penanganan layanan lebih cepat dan terukur.
Selanjutnya, integrasi Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebagai sistem validasi pengguna agar laporan lebih akurat dan akuntabel.
Melalui kolaborasi yang semakin solid dengan Jakarta Smart City, Lampung-In bisa menjadi salah satu platform layanan digital daerah yang mampu bersaing secara nasional.
Sekaligus memperkuat komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam memperluas akses pelayanan publik berbasis teknologi.








