Bandar Lampung (Lampost.co) — Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal menekankan kesehatan adalah modal utama untuk produktivitas ekonomi masyarakat.
Hal ini terungkap dalam kunjungan kerja Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus dan Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus.
Ada pun kegiatan tersebut berlangsung pada Aula Gedung Semergou, Selasa, 14 April 2026.
Mirza mengatakanp encapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) kesehatan Provinsi Lampung terus menunjukkan peningkatan yang signifikan, mencapai 131% pada tahun 2025.
Gubernur menambahkan bahwa TBC bukan hanya masalah medis, tetapi juga ancaman terhadap produktivitas masyarakat.
Dengan penguatan program CKG hingga tingkat Puskesmas, ia harapkan angka rujukan ke Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek dapat tertekan.
Sehingga masyarakat tetap sehat dan produktif.
Pemerintah Provinsi Lampung juga melibatkan berbagai pihak dalam penanganan TBC, termasuk TNI, Polri, akademisi, dan jurnalis.
Sinergi ini untuk menghapus stigma negatif yang berkembang pada kalangan masyarakat.
Selain itu, sektor swasta dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) juga ikut berperan dalam memperbaiki sanitasi dan perumahan pasien TBC yang tidak layak.
Hal ini sebagai upaya untuk memutuskan siklus penularan penyakit akibat lingkungan yang buruk.
Adapun dalam kunjungan ini, Kota Bandar Lampung resmi diproyeksikan menjadi proyek percontohan untuk percepatan eliminasi Tuberkulosis (TBC) pada tingkat nasional.
Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan sinkronisasi program prioritas Presiden Prabowo Subianto, seperti Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan penanganan TBC secara lintas sektoral.
Hal ini dengan fokus pada penguatan upaya kesehatan pada tingkat primer.
Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update