Gunungsugih (Lampost.co)–Sugar Group Companies (SGC) terus memperluas penyerapan tenaga kerja lokal. Perusahaan ini membuka peluang kerja bagi puluhan ribu warga sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.
Komitmen tersebut kembali ditunjukkan melalui sosialisasi peluang kerja tebang ikat yang digelar di Kampung Mataram Udik, Lampung Tengah. Sebanyak 130 warga mengikuti kegiatan ini dengan antusias untuk mendapatkan informasi terkait lowongan kerja, persyaratan, hingga mekanisme pendaftaran.
Kepala Kampung Mataram Udik, Rudiyanto, mengapresiasi langkah SGC yang dinilai berkontribusi dalam menekan angka pengangguran di wilayahnya.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada manajemen SGC yang sudah ikut berperan dalam mengentaskan pengangguran di desa kami,” ujar Rudiyanto.
Ia berharap program serapan tenaga kerja ini mampu meningkatkan perekonomian masyarakat sekaligus memperkuat kontribusi perusahaan di masa mendatang.
Perwakilan SGC, Sulis Prapto, menjelaskan sejumlah persyaratan bagi calon pekerja. Di antaranya sehat jasmani dan rohani, berusia maksimal 45 tahun, memiliki nomor WhatsApp aktif, serta memenuhi ketentuan sesuai posisi yang dilamar.
Selain itu, SGC juga memaparkan estimasi penghasilan bagi pekerja tebang ikat. Pekerja berpotensi memperoleh sekitar Rp121.909 per hari. Jika bekerja selama 25 hari dalam sebulan, pendapatan diperkirakan mencapai Rp3.047.725. Sementara jika bekerja hingga 30 hari, penghasilan bisa mencapai Rp3.657.270.
Perusahaan juga memberikan sejumlah fasilitas pendukung. Pekerja didaftarkan dalam program BPJS Ketenagakerjaan sebagai bentuk perlindungan kerja. Selain itu, peralatan kerja seperti golok disediakan dengan sistem pinjam pakai.
Untuk mendukung mobilitas, SGC memberikan uang transportasi sebesar Rp20 ribu per hari. Insentif ini dibayarkan setiap pekan kepada pihak yang mengantar pekerja ke lokasi kerja.
Melalui program ini, SGC berharap dapat terus memperluas kesempatan kerja sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.








