Sukadana (Lampost.co)– Tumpukan sampah di Pasar Inpres, Kecamatan Way Jepara, Lampung Timur, sudah berhari-hari tidak diangkut ke tempat pembuangan akhir (TPA). Kondisi tersebut tidak hanya merusak pemandangan, tetapi juga menimbulkan bau tidak sedap yang mengganggu aktivitas warga sekitar.
Menanggapi hal itu, Ketua Partai Gerindra Lampung Timur, Mohammad Zakwan mengatakan dampak penumpukan sampah, selain mencemari lingkungan juga berpotensi menjadi sumber penyakit akibat udara yang tidak sehat.
Baca juga: Taati Aturan Pengolahan Sampah
Hingga kini, belum ada tindakan dari pihak terkait untuk mengatasi persoalan sampah di Pasar Inpres, Way Jepara tersebut.
Zakwan berharap pemerintah daerah segera turun tangan untuk membersihkan tumpukan sampah. Kemudian memperbaiki sistem pengangkutan sampah, mengingat pasar merupakan pusat perekonomian dan menjadi tempat aktivitas banyak orang.
“Saya tadi ngobrol sama banyak pedagang dan beberapa pembeli. Katanya sudah berhari-hari. Selain itu bau yang tidak sehat menyengat ditambah musim hujan tentu sampah akan cepat membusuk,” ujar Zakwan yang juga sebagai anggota DPRD Lampung Timur, Senin, 13 Januari 2025.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lampung Timur, Yudi Irawan, melalui stafnya Yadi, menjelaskan bahwa keterlambatan pengangkutan sampah yang terjadi penyebabnya karena tingginya volume kegiatan di akhir tahun. Selain itu juga terbentur dengan keterbatasan anggaran.
“Kedua faktor tersebut menjadi kendala utama dalam menyelesaikan permasalahan sampah yang ada. Hari ini sudah mau kami angkut. Tadi bagian pengangkut sampah sudah menuju Pasar Way Jepara, untuk memindahkan sampah di penampungan akhir,” papar Yadi.
Ikuti terus berita dan artikel Lampost.co lainnya di Google News








