Bandar Lampung (Lampost.co): Institut Teknologi Sumatera (Itera) terus menggulirkan tahapan Pemilihan Rektor (Pilrek). Nuansa optimisme menyelimuti sivitas akademika usai para bakal calon rektor memaparkan visi dan misi. Hal itu termasuk jajaran Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Itera.
Kepala Subbagian (Kasubag) LPPM Itera, Juanda, memberikan apresiasi tinggi terhadap jalannya proses Pilrek tahun ini. Juanda menilai panitia telah bekerja secara sangat profesional dan sesuai dengan aturan yang berlaku.
Lebih dari itu, Juanda menyoroti kualitas kelima bakal calon rektor dan menilai mereka memiliki rekam jejak yang mumpuni.
“Semua calon rektor ini memang sangat kompeten dan punya pengalaman yang luar biasa dari berbagai disiplin ilmu. Semuanya adalah para senior dan profesor. Secara kemampuan dan pengalaman, kami tidak meragukan lagi,” ungkap Juanda.
Ia secara khusus menyoroti program-program yang para kandidat tawarkan terkait Tridharma Perguruan Tinggi sebagai perwakilan dari lembaga yang menaungi ranah penelitian. Juanda menilai seluruh visi misi yang para kandidat paparkan sangat selaras dengan kebutuhan Itera saat ini, terutama untuk meneruskan pembangunan kampus yang berkelanjutan.
“Kami sangat optimis. Tadi kami mendengar pemaparan visi misi yang secara khusus menargetkan peningkatan kerja sama, publikasi, penelitian, hingga pengabdian masyarakat oleh para dosen. Termasuk juga pengabdian yang melibatkan mahasiswa melalui program KKN,” jelas Juanda.
Ia juga yakin sektor riset dan pengabdian masyarakat akan otomatis menjadi salah satu program prioritas utama bagi siapa pun yang terpilih nanti mengingat seluruh kandidat memiliki latar belakang sebagai dosen.
Dalam kesempatan tersebut, Juanda juga menyinggung fase transisi institusi Itera yang saat ini berstatus Satuan Kerja (Satker) menuju Badan Layanan Umum (BLU). Juanda menilai transisi ini akan membuka pintu peluang yang jauh lebih besar bagi Itera di bawah kepemimpinan rektor baru.
“Dengan beralihnya status ITERA menuju BLU, Itera akan mendapatkan peluang lebih besar untuk berkolaborasi lebih luas. Baik itu dengan industri, perguruan tinggi lain, kementerian, lembaga, hingga di tingkat internasional,” tambahnya.
Juanda menyatakan keyakinannya pada proses seleksi yang akan mengerucutkan lima kandidat menjadi tiga, hingga akhirnya menghasilkan satu rektor definitif.
“Siapapun nanti yang terpilih, semuanya merupakan sosok yang baik-baik. Ini sudah takdir dari Allah siapa yang harus menjabat sebagai rektor. Kami yakin Itera akan terus tumbuh dan berkembang bersama para stakeholder dan mitra ke depannya,” kata dia.
Lima kandidat rektor Itera mendaftarkan diri menjadi calon Rektor, diantaranya Prof. Faiz Syuaib, Prof. Ismunandar, Prof. Fahmi, Prof. Elfahmi, dan Prof. Aswan. Harapan besar tetap bertumpu pada kemampuan mereka untuk menjadi sosok pemimpin yang merangkul (inclusive leadership) meski kelima calon memiliki kapasitas terbaik.
Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update