Metro (Lampost.co)—Bank sampah merupakan suatu wadah pengelola sampah di tingkat hulu. Begitu juga dengan Institut Teknologi Sumatra (Itera) yang telah menjalankan bank sampah secara maksimal.
Dosen Program Studi Teknik Lingkungan Itera, Nurul Mawaddah, ST, MT, mengungkapkan pembentukan bank sampah berawal dari keresahan soal sampah yang selalu bertambah di lingkungan institusi.
“Nah, saat ini kami sudah mulai mengelola sampah. Terlebih dengan pembentukan IWACI atau Integrated Waste Agro Center Itera. IWACI merupakan pusat pengolahan sampah yang ada di Institut Teknologi Sumatra yang beroperasi pada 2023,” kata dia, Sabtu (20/7/20204).
Dia menambahkan dengan mengelola sampah yang ada di Itera secara berkelanjutan, dapat menghasilkan hal-hal positif.
“Di sini tentu mendapatkan berbagai manfaat ya, mulai dari pengelolaan sampah organik yang nantinya bermanfaat bagi kompos, maggot, dan pupuk cair yang bermanfaat bagi aktivitas pertanian. Kemudian sampah anorganik yang kami buat menjadi paving block,” ujarnya.
Dia menjelaskan banyaknya aktivitas yang mengakibatkan sampah tentu harus mendapat pengelolaan dengan baik. Sehingga, melalui arahan rektor Itera terbentuknya IWACI tersebut.
“Produksi sampah yang ada dominan berasal dari sisa makanan, plastik, dan kertas,” jelasnya.
Dia juga mengapresiasi atas gagasan terbentuknya bank sampah di lingkaran masyarakat. Nantinya wadah tersebut dapat menjadi nilai ekonomis bagi masyarakat itu sendiri.
“Memang, untuk mencapai keberhasilan bank sampah itu banyak kriteria yang harus terpenuhi. Mulai dari administrasi hingga pengelolaannya,” kata dia.
“Kita juga perlu menggunakan teknologi digital untuk menyosialisasikan pentingnya pengelolaan sampah melalui bank sampah. Sehingga output-nya bisa terasa oleh masyarakat,” pungkasnya.








