Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan komitmennya dalam menghadirkan kesetaraan gender, baik di lingkungan kerja maupun dalam akses layanan keuangan.
Bandar Lampung (Lampost.co) — Semangat emansipasi yang diwariskan Raden Ajeng Kartini terus diwujudkan di berbagai sektor, termasuk jasa keuangan.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan komitmennya dalam menghadirkan kesetaraan gender, baik di lingkungan kerja maupun dalam akses layanan keuangan.
Deputi Direktur Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen, Keuangan Daerah, serta Layanan Manajemen Strategis OJK Lampung, Ety Elyati, mengatakan ia tidak membedakan gender dalam memberikan kesempatan berkarya.
Ia menyebutkan, OJK menargetkan keterwakilan perempuan sebesar 30 persen pada posisi pimpinan pada tahun 2027. Sementara itu, komposisi pegawai di OJK Lampung saat ini sudah seimbang antara laki-laki dan perempuan.
“Di OJK sendiri bahkan ada kebijakan 30 persen pimpinan dari kaum wanita pada 2027. Dan khusus di OJK Lampung sudah setara, 50 persen pria dan 50 persen wanita,” ujarnya dalam podcast Economic Corner Lampung Post bersama OJK Lampung, Rabu, 22 April 2026.
Kesetaraan tersebut juga ditunjukkan dalam akses layanan keuangan. Perempuan memiliki peluang yang sama untuk memanfaatkan berbagai produk, mulai dari hal pembiayaan hingga menggunakan layanan simpanan.
Baca Juga:
Kesenjangan Literasi Keuangan Perempuan Masih di Bawah Laki-laki
Pada kesempatan tersebut, Ety juga mengatakan bahwa perempuan memiliki keunggulan dalam beberapa aspek pekerjaan, terutama yang membutuhkan ketelitian dan perhatian terhadap detail. Namun demikian, ia menegaskan kolaborasi antara pria dan wanita tetap menjadi kunci utama.
“Pria dan wanita saling melengkapi. Tidak ada yang lebih unggul,” ujarnya.
Ia menambahkan, keterwakilan perempuan di sektor jasa keuangan, khususnya di Lampung, saat ini sudah cukup baik, termasuk pada posisi yang strategis.
Momentum Hari Kartini harapannya dapat semakin mendorong perempuan untuk percaya diri dalam berperan di sektor ekonomi.
Dengan peluang yang semakin terbuka, perempuan kita harapkan mampu berkontribusi lebih besar dalam pembangunan ekonomi yang inklusif.
(Intan Tyas/Magang)
Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update