Bandar Lampung (Lampost.co) — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) terus memperkuat kualitas pelayanan kesehatan hewan.
Salah satu langkah strategis yang tengah mereka lakukan yakni proses pengajuan akreditasi bagi Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Pelayanan Kesehatan Hewan, Kesehatan Masyarakat Veteriner, dan Laboratorium Pakan (BPK2LP).
Kepala Disnakkeswan Provinsi Lampung, Lili Mawarti, mengatakan bahwa pengajuan akreditasi tersebut bertujuan meningkatkan standar mutu pelayanan. Baik untuk pemeriksaan kesehatan hewan, pengujian laboratorium veteriner, maupun pengawasan mutu pakan.
Baca Juga:
BSPJI Bandar Lampung Jalin Sinergi Strategis dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung
“UPTD BPK2LP saat ini menjadi salah satu pusat layanan kesehatan hewan yang paling banyak di manfaatkan masyarakat. Tren kunjungan terus meningkat setiap tahun, menunjukkan kepercayaan publik yang semakin besar,” kata Lili, Senin, 6 Oktober 2025.
Lili menjelaskan, peningkatan jumlah layanan terlihat signifikan dalam empat tahun terakhir. Tahun 2020 tercatat 1.817 ekor hewan mendapat layanan. Kemudian naik menjadi 4.318 ekor pada 2021, terdapat 9.069 ekor di tahun 2022, dan melonjak hingga 14.500 ekor pada 2023.
Capai Sekitar 80 Persen
Lili menambahkan, untuk proses pengajuan akreditasi saat ini sudah mencapai sekitar 80 persen. Pengajuan ini meliputi penyusunan dokumen administrasi dan penerapan sistem manajemen mutu.
“Pendaftaran ke Komite Akreditasi Nasional di rencanakan pada November 2025, dan penilaian lapangan pada 2026. Kami optimistis seluruh unit laboratorium akan memenuhi standar SNI dan ISO IAC 17025:2017,” jelas Lili.
Sehingga dengan adanya akreditasi, Pemprov Lampung berharap seluruh layanan di bawah UPTD BPK2LP dapat semakin profesional dan terpercaya. Serta memberikan kontribusi nyata terhadap keamanan pangan asal hewan di daerah.
“Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan nasional dan memastikan keamanan konsumsi masyarakat. Kami juga terus mendorong sektor peternakan Lampung agar lebih modern, tangguh, dan berdaya saing,” pungkasnya.








