Bandar Lampung (Lampost.co): Pemerintah memperkirakan arus balik Lebaran 2026 berlangsung pada periode 23–30 Maret 2026. Pemerintah juga memprediksi puncak arus balik terjadi dalam dua gelombang karena kebijakan work from everywhere (WFA) pada 25–27 Maret 2026.
Pemerintah memproyeksikan puncak pertama arus balik moda penyeberangan dan lalu lintas jalan terjadi pada Selasa, 24 Maret 2026. Selanjutnya, pemerintah memprediksi puncak gelombang kedua berlangsung pada Sabtu–Minggu, 28–29 Maret 2026.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung, Bambang Sumbogo, menyampaikan pihaknya telah memetakan potensi lonjakan arus balik tersebut.
“Untuk puncak arus balik, sebelumnya kami sudah memprediksi terjadi pada 24 Maret 2026. Namun, kami melihat potensi dua gelombang, termasuk pada 28–29 Maret 2026. Nanti kami lihat perkembangan di lapangan,” kata Bambang, Minggu, 22 Maret 2026.
Bambang menegaskan jajarannya akan melakukan evaluasi dan riset terhadap mobilitas Lebaran 2026. Ia juga meminta timnya mengidentifikasi titik-titik penumpukan kendaraan yang muncul saat arus mudik sebagai bahan perbaikan pengaturan arus balik.
Selain itu, ia menyebut pemerintah menyiapkan sejumlah pelabuhan alternatif untuk mengurai kepadatan penyeberangan. Pemerintah mengoperasikan Pelabuhan Bakauheni dan Pelabuhan Merak sebagai jalur utama, serta menyiapkan pelabuhan pendukung seperti Pelabuhan Ciwandan, Pelabuhan Wika Beton, Pelabuhan Sumur Makmur Abadi, BBJ Bojonegara, dan Pelabuhan BBJ Muara Pilu.
Ia menambahkan pemerintah juga menyiapkan Pelabuhan Panjang sebagai opsi darurat jika kapasitas pelabuhan utama tidak lagi mampu menampung kendaraan.
“Jika kondisi sudah darurat atau kapasitas tidak tertampung, kami akan mengoperasikan Pelabuhan Panjang sebagai alternatif,” ujarnya.
Dalam pengelolaan arus balik, Bambang memastikan timnya menerapkan berbagai strategi, seperti sistem penundaan perjalanan (delaying system), penyaringan tiket (screening ticket) sebagai buffer zone di rest area jalan tol dan kantong parkir strategis, serta pengaturan lalu lintas melalui sistem jalur, lajur pasang surut, dan contra flow.








