Bandar Lampung (Lampost.co) — Sebanyak 32 santri Pondok Pesantren Tahfizhul Qur’an (PPTQ) Assahil Waway Karya, Lampung Timur, melakukan kunjungan media (media visit) ke kantor Lampung Post, Senin (12/1/2027). Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan dunia jurnalistik dan media massa. Hal ini sebagai bekal keterampilan tambahan (soft skill) bagi para santri.
Rombongan santri tersebut didampingi oleh Ustaz Asep Perdianysah dan Ustazah Indah. Mereka disambut langsung oleh Kepala Divisi Pemberitaan Lampung Post, Musta’an, serta Manajer Aktivasi Lampung Post, Wiji Sukamto.

Dalam sesi awal, Musta’an memberikan pemaparan mengenai peran media massa dalam menyampaikan informasi kepada publik, sekaligus memperkenalkan proses kerja jurnalistik di media cetak dan digital. Ia menjelaskan tahapan produksi berita, mulai dari pencarian ide, peliputan, penulisan, hingga penyuntingan sebelum dipublikasikan.
“Media massa memiliki tanggung jawab besar dalam menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan bermanfaat. Karena itu, jurnalisme harus dijalankan dengan etika dan verifikasi yang kuat,” ujar Musta’an di hadapan para santri.
Ia juga menekankan bahwa kemampuan menulis dan berpikir kritis menjadi modal penting, tidak hanya bagi calon jurnalis, tetapi juga bagi generasi muda dalam menghadapi arus informasi yang semakin cepat di era digital.

Sesi Diskusi
Sesi diskusi berlangsung interaktif. Salah seorang santri, Aji, mengajukan pertanyaan terkait cara jurnalis memperoleh isu untuk dijadikan bahan berita. Ia juga menanyakan perbedaan proses pencarian isu pada era media cetak dan era digital saat ini.
Menanggapi hal tersebut, Musta’an menjelaskan bahwa isu dapat berasal dari berbagai sumber, seperti peristiwa di masyarakat, kebijakan pemerintah, hingga fenomena sosial yang berkembang di ruang digital. Menurutnya, perbedaan utama terletak pada kecepatan dan pola distribusi informasi, namun prinsip dasar jurnalistik tetap sama, yakni akurasi dan keberimbangan.
Usai sesi diskusi, para santri diajak mengikuti newsroom tour. Mereka diajak melihat langsung ruang redaksi dan studio serbaguna Lampung Post. Selain itu, mereka mengunjungi area mesin cetak koran. Dalam kesempatan tersebut, santri juga diperkenalkan dengan alur produksi media cetak. Ini dari proses editorial hingga pencetakan.
Pendamping rombongan, Ustaz Asep Pardianysah, mengatakan kunjungan ini diharapkan dapat membuka wawasan santri mengenai dunia media serta menumbuhkan minat belajar di bidang jurnalistik.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi pengalaman berharga bagi santri, sekaligus menambah keterampilan yang bermanfaat di masa depan,” ujarnya.







