Bandar Lampung (Lampost.co) — Halaman Kantor Gubernur Lampung hari ini tidak hanya dipenuhi oleh seragam khas pegawai, Rabu, 31 Desember 2025. Tetapi juga oleh raut wajah penuh keharuan dan air mata kebahagiaan.
Ratusan tenaga honorer di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung akhirnya menerima kepastian status mereka setelah resmi diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu.
Suasana haru pecah saat pengumuman tersebut. Banyak di antara mereka yang langsung melakukan sujud syukur di aspal lapangan. Sementara yang lain saling berpelukan erat dengan rekan sejawat yang telah bersama-sama berjuang selama belasan bahkan puluhan tahun.
Baca Juga:
Gubernur Lampung Ajak 863 PPPK Paruh Waktu Tanam Pohon
Salah satu momen paling menyentuh datang dari Sumarni (48), seorang tenaga administrasi yang telah mengabdi selama 16 tahun. Dengan suara bergetar dan mata berkaca-kaca, ia mengungkapkan rasa syukurnya.
“Saya hampir menyerah. Setiap tahun ada isu penghapusan honorer, rasanya jantung mau copot. Hari ini, meski statusnya paruh waktu, bagi saya ini adalah berkat luar biasa. Akhirnya saya punya NIP. Akhirnya pengabdian saya diakui negara,” ungkap Sumarni sembari menggenggam dokumen kelulusannya.
Hal senada dirasakan oleh puluhan pengemudi dan tenaga kebersihan di lingkungan sekretariat daerah.
Bagi mereka, status PPPK Paruh Waktu bukan sekadar perubahan status kepegawaian. Melainkan jaminan kesejahteraan yang lebih baik dan kepastian perlindungan sosial bagi keluarga mereka di rumah.
Solusi Konkret
Pemprov Lampung menegaskan bahwa kebijakan pengangkatan PPPK Paruh Waktu ini merupakan solusi konkret untuk menyelamatkan nasib para tenaga non-ASN tanpa membebani anggaran daerah secara berlebihan.
Kebijakan ini diambil agar tidak ada Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal sesuai dengan amanat UU ASN terbaru.
“Ini adalah bentuk apresiasi tertinggi kami atas dedikasi Bapak dan Ibu sekalian yang telah membantu roda pemerintahan tetap berputar. Status ini memberikan kepastian hukum bagi anda semua,” ujar perwakilan BKD Provinsi Lampung dalam sambutannya.
Meskipun menyandang status paruh waktu, para pegawai ini tetap memiliki peluang untuk diangkat menjadi PPPK Penuh Waktu di masa depan. Tergantung pada evaluasi kinerja dan ketersediaan formasi.
Bagi para pegawai honorer Lampung, hari ini bukan sekadar akhir dari sebuah penantian panjang, melainkan awal dari babak baru kehidupan yang lebih bermartabat.
Senyum lebar dan pelukan hangat yang terlihat di sepanjang koridor kantor gubernur hari ini menjadi bukti bahwa doa dan kerja keras memang tidak pernah mengkhianati hasil.








