• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Sabtu, 21/02/2026 03:13
Jendela Informasi Lampung
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Jendela Informasi Lampung
Home Lampung

Warga Kian Resah, Konflik Harimau dan Manusia Tak Kunjung Usai

Menurut pihak Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), terjadi lima kasus konflik harimau dengan manusia antara Februari 2024 hingga Januari 2025.

Ricky MarlyAtikabyRicky MarlyandAtika
15/08/25 - 00:16
in Lampung
A A
Warga Kian Resah, Konflik Harimau dan Manusia Tak Kunjung Usai

(dok. pixabay.com)

Bandar Lampung (Lampost.co) — Warga di Kabupaten Lampung Barat semakin resah. Konflik antara manusia dan harimau Sumatera masih terus berlangsung. Bahkan memakan banyak korban dalam kurun Februari 2024 hingga pertengahan 2025.

Menurut pihak Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), terjadi lima kasus konflik harimau dengan manusia antara Februari 2024 hingga Januari 2025. Dari jumlah itu, empat orang meninggal dunia dan satu lainnya mengalami luka serius.

Selain itu, pada rentang Februari 2024 hingga 10 Juli 2025, total sembilan orang mendapat serangan harimau. Dari jumlah itu enam meninggal dunia dan tiga lainnya selamat, salah satunya harus menjalani perawatan intensif.

Baca Juga:

Populasi Harimau di TNBBS Melebihi Kapasitas Ideal, Warga Usulkan Pemasangan Kandang Jebak

 

Insiden paling baru terjadi pada 7–8 Agustus 2025, seorang petani bernama Ujang Samsudin ditemukan tewas dengan kondisi tubuh tak utuh di kawasan TNBBS.

Sepanjang periode 2024–2025 saja, kawasan TNBBS menyaksikan delapan insiden konflik dengan korban jiwa mencapai tujuh orang.

Kepala TNBBS, Hifzon Zawahiri, menegaskan bahwa aktivitas perambahan lahan ilegal menjadi pemicu utama konflik. Sehingga mempersempit habitat harimau dan memaksa mereka keluar hingga ke permukiman warga.

Solusi Unik

Untuk mengatasi akar masalah, Pemprov Lampung sedang mempertimbangkan solusi unik dengan melepas babi hutan ke kawasan konservasi sebagai pakan alami harimau. Cara ini untuk mengurangi potensi harimau mendekat ke wilayah warga.

Pemerintah juga telah merancang sejumlah strategi penanganan seperti revisi struktur dan keanggotaan Tim Koordinasi Penanganan Konflik dengan melibatkan akademisi dan media.

Selain itu melakukan penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk respons cepat saat konflik terjadi.

Pemetaan wilayah rawan konflik, pemasangan tanda peringatan, pemantauan satwa melalui teknologi (camera trap dan GPS collar) serta rehabilitasi habitat.

Mencekam

Ilham (30), petani kopi yang harus melewati hutan untuk mencapai kebunnya, mengungkapkan suasana di hutan yang cukup mencekam.

“Pagi atau sore itu suasananya mencekam. Kami sudah dengar beberapa kali ada suara auman harimau. Kadang ada jejaknya juga di jalan setapak. Jujur kami takut, tapi mau bagaimana lagi, pekerjaan kami ya di kebun,” katanya.

Sementara Agus (44), penebang kayu yang setiap harinya berkegiatan di dekat hutan mengalami hal yang serupa. Ia sering mendapat kabar dari teman-temannya yang bekerja di dalam hutan, bahwa harimau makin berani mendekat.

“Kalau terus seperti ini, nyawa manusia juga terancam. Pemerintah harus cepat ambil langkah,” harapnya.

Tags: HARIMAUHarimau SumateraKabupaten Lampung BaratKonflikmanusiapemprov lampungTaman Nasional Bukit Barisan SelatantnbbsWARGA
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Pangkalan Gas Elpiji Terbakar di Jalan Sultan Agung Bandar Lampung

Pangkalan Gas Elpiji Terbakar di Jalan Sultan Agung Bandar Lampung

byRicky Marly
21/02/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Terjadi kebakaran hebat melanda sebuah pangkalan gas elpiji di kawasan Jalan Sultan Agung, Kota Sepang, Bandar...

Seorang pekerja sedang mengoperasikan alat excavator untuk mengeruk sedimentasi dalam rangka normalisiasi sungai. Dok/Dinas PU Bandar Lampung

Revitalisasi DAS Kunci Menekan Risiko Banjir di Lampung

byDelima Napitupuluand1 others
20/02/2026

Bandar Lampung (lampost.co)--Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menegaskan bahwa revitalisasi Daerah Aliran Sungai (DAS) merupakan langkah krusial untuk memitigasi bencana...

Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus saat meresmikan alat Kekuhan sebagai sistem peringatan dini terhadap bencana berbasis kearifan lokal. ANTARA

Ini 7 Kode Ketukan Kekuhan untuk Keadaan Darurat di Lampung Barat

byDelima Napitupulu
20/02/2026

Liwa (lampost.co)--Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Barat resmi mengintegrasikan alat tradisional Kekuhan ke dalam sistem peringatan dini daerah....

Berita Terbaru

Pangkalan Gas Elpiji Terbakar di Jalan Sultan Agung Bandar Lampung
Bandar Lampung

Pangkalan Gas Elpiji Terbakar di Jalan Sultan Agung Bandar Lampung

byRicky Marly
21/02/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Terjadi kebakaran hebat melanda sebuah pangkalan gas elpiji di kawasan Jalan Sultan Agung, Kota Sepang, Bandar...

Read moreDetails
Al-Ettifaq vs Al-Fateh

Lewat Drama Tujuh Gol, Al-Ettifaq Kalahkan Al-Fateh di Liga Arab Saudi 2026

20/02/2026
Al-Ahli Saudi vs Al-Najma

Hattrick Ivan Toney Bawa Kemenangan 4-1 Al-Ahli Saudi atas Al-Najma

20/02/2026
Ketersediaan PAUD yang Merata hingga Desa Penting untuk Bangun SDM Berkualitas

Ketersediaan PAUD yang Merata hingga Desa Penting untuk Bangun SDM Berkualitas

20/02/2026
Seorang pekerja sedang mengoperasikan alat excavator untuk mengeruk sedimentasi dalam rangka normalisiasi sungai. Dok/Dinas PU Bandar Lampung

Revitalisasi DAS Kunci Menekan Risiko Banjir di Lampung

20/02/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.