ROKAN HILIR (27/04/2026) — Sekolah Tinggi Ilmu Agama Buddha (STIAB) Jinarakkhita Lampung bersama Wihara Sakyamuni Bagan Siapi-api menggelar Workshop Mindfulness bagi pelajar Sekolah Wahidin dan Sekolah Setia Budi, Bagan Siapi-api, Kabupaten Rokan Hilir, Riau, pada 25 dan 27 April 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pembinaan karakter dan penguatan kualitas pembelajaran siswa melalui praktik mindfulness.
Kegiatan workshop bagi siswa sekolah ini diinisiasi oleh Wihara Sakyamuni Bagan Siapi-api sebagai bentuk kepedulian terhadap pembinaan generasi muda Buddha di lingkungan pendidikan. Wihara memandang bahwa sekolah menjadi ruang strategis untuk menanamkan nilai-nilai Buddhis sejak dini, terutama dalam membentuk karakter, kedisiplinan, dan kesadaran diri para pelajar.
Kepala Wihara Sakyamuni, Biksu Nyanaprabhasa Maha Sthavira, menjelaskan bahwa peranan wihara tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai wadah yang menjembatani pengembangan karakter Buddhistik umat Buddha melalui pendidikan keagamaan, khususnya bagi para siswa.
“Wihara tidak hanya sebagai tempat beribadah saja, tetapi juga menjadi wadah pelaksanaan pendidikan keagamaan Buddha bagi masyarakat Buddha. Melalui sekolah, kami ingin menjembatani pengembangan karakter Buddhistik umat, khususnya bagi anak-anak dan para pelajar,” ujarnya.
Menurutnya, pembinaan karakter yang dilakukan sejak usia sekolah akan menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi muda Buddha yang memiliki integritas moral, ketenangan batin, serta kesiapan menghadapi perubahan sosial yang semakin kompleks.
Pada Sabtu, 25 April 2026, kegiatan diawali dengan Workshop Mindfulness untuk Pelajar Sekolah yang mengangkat tema “Praktik Sadar Penuh bagi Pelajar sebagai Pengembangan Karakter dan Meningkatkan Kemampuan Pembelajaran di Sekolah”. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Wihara Sakyamuni Bagan Siapi-api mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai dan diikuti oleh siswa dari Sekolah Wahidin dan Sekolah Setia Budi dengan antusias tinggi.
Dalam workshop tersebut, para peserta diperkenalkan pada konsep mindful learning sebagai bagian dari pendekatan deep learning dalam pendidikan. Mindful learning menekankan proses belajar dengan kesadaran penuh, perhatian yang utuh, refleksi mendalam, serta keterlibatan emosional dan intelektual siswa dalam memahami materi pembelajaran.
Pendekatan ini dinilai sangat penting, tidak hanya bagi siswa tetapi juga bagi guru. Bagi siswa, mindful learning membantu meningkatkan fokus, konsentrasi, kemampuan memahami materi secara mendalam, serta mengurangi tekanan akademik yang sering muncul dalam proses belajar. Sementara bagi guru, pendekatan ini membantu menciptakan suasana pembelajaran yang lebih tenang, humanis, dan efektif, sehingga proses transfer pengetahuan tidak hanya bersifat kognitif tetapi juga menyentuh aspek karakter dan emosional peserta didik.
Workshop ini menjadi sangat relevan di tengah tantangan pendidikan modern yang menuntut siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kecerdasan emosional, kemampuan refleksi diri, dan ketahanan mental yang baik.
STIAB Jinarakkhita Lampung sebagai kampus yang dikenal aktif dalam riset dan pengembangan mindfulness dinilai menjadi perguruan tinggi yang tepat untuk memenuhi kebutuhan sekolah-sekolah saat ini, khususnya dalam pengembangan pembelajaran berbasis mindfulness. Pengalaman akademik dan praktik lapangan yang dimiliki para dosen menjadikan kampus ini sebagai rujukan dalam pengembangan mindful learning di lingkungan pendidikan.
Selanjutnya, pada Senin, 27 April 2026, dilaksanakan kegiatan Mindfulness Class bagi Siswa dengan tema “Mengembangkan Praktik Dasar Mindfulness di Kelas dan Sekolah”. Kegiatan ini dilaksanakan di Sekolah Setia Budi dan dibagi dalam dua sesi, yakni sesi pertama untuk siswa Sekolah Wahidin pada pukul 09.00–10.00 WIB dan sesi kedua untuk siswa Sekolah Setia Budi pada pukul 11.00–12.00 WIB.
Melalui kelas ini, para siswa diberikan praktik langsung mengenai teknik dasar mindfulness yang dapat diterapkan saat belajar di kelas, berinteraksi dengan guru dan teman, serta dalam menghadapi tekanan akademik sehari-hari.
Kegiatan ini dibimbing langsung oleh tiga narasumber utama dari STIAB Jinarakkhita Lampung, yakni Biksu Nyanabandhu Sthavira (Dr. Burmansah, M.Pd.), Biksu Bhadrasuryapala Thera (Dr. Juni Suryanadi, M.Pd., M.M.), serta Biksu Bhadrakara (Bawana Putra, S.Pd.).
Ketua STIAB Jinarakkhita Lampung, Dr. Burmansah, M.Pd., yang juga dikenal sebagai Biksu Nyanabandhu Sthavira, menjelaskan bahwa mindfulness bagi pelajar bukan hanya sekadar latihan konsentrasi, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter dan kecerdasan emosional generasi muda.
“Pelajar saat ini menghadapi banyak tantangan, baik dalam proses belajar maupun kehidupan sosial. Mindfulness membantu mereka untuk lebih sadar, tenang, fokus, dan memiliki pengendalian diri yang lebih baik. Ini menjadi bagian penting dalam pendidikan karakter,” ujarnya.
Sementara itu, Dr. Juni Suryanadi, M.Pd., M.M., atau Biksu Bhadrasuryapala Thera menambahkan bahwa pengembangan mindfulness di sekolah menjadi langkah strategis dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan harmonis.
Menurutnya, praktik sadar penuh yang dilakukan secara sederhana namun konsisten dapat membantu siswa menjadi pribadi yang lebih disiplin, bijaksana, dan mampu menghadapi perubahan zaman dengan lebih siap.
Melalui kegiatan ini, STIAB Jinarakkhita Lampung berharap Sekolah Wahidin dan Sekolah Setia Budi dapat semakin terbuka dalam mengintegrasikan nilai-nilai mindfulness ke dalam proses pendidikan, sehingga mampu melahirkan generasi muda yang unggul secara akademik sekaligus matang secara emosional dan spiritual.





