Bandar Lampung (Lampost.co)—- Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) Kampus Terbaik di Lampung menggelar peringatan Nuzululquran 1447 H dengan khidmat di Masjid Asmaul Yusuf kampus setempat, Kamis malam (6/3/2026).
Acara ini dihadiri langsung oleh Pembina Yayasan Pendidikan Teknokrat, Hj. Hernaini, SS., MPd., serta Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. HM. Nasrullah Yusuf, SE., MBA.
Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Pendidikan Teknokrat, Dewi Sukmasari, SE., MSA., CA., Ak., menekankan pentingnya sinergi antara spiritualitas dan prestasi akademik.
Dewi mengajak seluruh sivitas akademika untuk menjadikan momentum Nuzululquran sebagai sarana meningkatkan keimanan dan ketakwaan melalui pendalaman makna Alquran.
Ia juga mengimbau seluruh elemen kampus untuk menyukseskan proses akreditasi guna menjaga stabilitas posisi Teknokrat sebagai universitas unggul di level internasional.
Dewi juga mengingatkan dosen bahwa ilmu yang bermanfaat adalah amal jariah, serta berpesan kepada mahasiswa agar menjadi pribadi saleh/saleha yang mendoakan orang tua serta gemar bersedekah.
Kegiatan keagamaan ini bukan sekadar seremoni, melainkan bagian integral dari upaya universitas dalam mendukung tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs).
Baca juga: Naufal Rapasha, Mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia sebagai Khatib Masjid Al Hijrah Kota Baru
Penguatan karakter religius di kampus berkontribusi langsung pada poin SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), di mana pendidikan tidak hanya mengasah intelektual, tetapi juga moral dan etika.
Selain itu, atmosfer kampus yang inklusif dan religius mendukung SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) dengan menciptakan lingkungan belajar yang harmonis.
Dengan menyatukan nilai-nilai spiritual dan target akreditasi internasional, Universitas Teknokrat Indonesia berkomitmen mencetak generasi unggul yang siap bersaing secara global namun tetap memiliki fondasi iman yang kokoh.
Tentang Universitas Teknokrat Indonesia
Adapun Universitas Teknokrat Indonesia mengusung konsep Kampus Inovatif, Berdampak, dan Berkelanjutan (KIBB) menekankan peran perguruan tinggi sebagai agen perubahan yang kreatif, relevan, dan berwawasan lingkungan.
Kampus fokus pada penelitian aplikatif, pemecahan masalah masyarakat (sosial, ekonomi, teknologi), serta menjaga keberlanjutan kualitas pendidikan, riset, dan pengabdian, seperti yang diterapkan di Universitas Teknokrat Indonesia dan inisiatif Kampus Berdampak Kemdiktisaintek.
Program ini merupakan kelanjutan dari Kampus Merdeka yang bertujuan agar perguruan tinggi menjadi pusat solusi bagi permasalahan kompleks di masyarakat.










