Bandar Lampung (Lampost.co)– Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (FTIK) Universitas Teknokrat Indonesia terus menunjukkan dominasinya sebagai pencetak talenta teknologi unggul di tingkat nasional hingga internasional.
Didukung reputasi kampus sebagai PTS terbaik ASEAN bidang riset versi AppliedHE 2022–2025, FTIK menghadirkan program studi unggulan seperti Informatika, Sistem Informasi, Teknik Komputer, Teknik Elektro, hingga Teknik Sipil yang terintegrasi dengan teknologi mutakhir.
Baca juga: Kisah Delitha Inkia Fristky: Alumni Universitas Teknokrat Indonesia yang Sukses Berkarier di BNI
Mahasiswa FTIK dibekali kompetensi strategis mulai dari Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), data science, hingga rekayasa energi terbarukan. Tak hanya itu, sertifikasi profesional dari BNSP hingga pelatihan industri menjadi bagian dari kurikulum.
Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H. M. Nasrullah Yusuf, S.E., M.B.A., menegaskan bahwa FTIK dirancang untuk menjawab kebutuhan industri masa depan.
“FTIK kami arahkan menjadi pusat lahirnya inovator dan problem solver. Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi langsung menciptakan solusi berbasis teknologi,” ujar Nasrullah.
Prestasi mahasiswa FTIK pun tak main-main, mulai dari juara nasional keamanan jaringan Kemenkominfo hingga juara robot terbang tingkat nasional.
Dengan pendekatan project-based learning dan dukungan fasilitas modern, lulusan FTIK kini banyak terserap sebagai software engineer, data scientist, hingga technopreneur.
Adapun Universitas Teknokrat Indonesia mengusung konsep Kampus Inovatif, Berdampak, dan Berkelanjutan (KIBB) menekankan peran perguruan tinggi sebagai agen perubahan yang kreatif, relevan, dan berwawasan lingkungan. Kampus fokus pada penelitian aplikatif, pemecahan masalah masyarakat (sosial, ekonomi, teknologi), serta menjaga keberlanjutan kualitas pendidikan, riset, dan pengabdian, seperti yang diterapkan di Universitas Teknokrat Indonesia dan inisiatif Kampus Berdampak Kemdiktisaintek. Program ini merupakan kelanjutan dari Kampus Merdeka yang bertujuan agar perguruan tinggi menjadi pusat solusi bagi permasalahan kompleks di masyarakat.










