Palembang (Lampost.co) – Universitas Teknokrat Indonesia (UTI), Kampus Terbaik di Lampung terus memperkuat komitmennya dalam mendukung langkah strategis pemerintah untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan di kalangan mahasiswa. Komitmen ini diwujudkan dengan partisipasi aktif dalam kegiatan Pendampingan Penyusunan Proposal Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh LLDIKTI Wilayah II.
Acara yang berlangsung pada Kamis, 2 April 2026, di Hotel Emilia, Palembang ini dihadiri oleh 105 peserta yang terdiri dari 55 mahasiswa dan 50 dosen pendamping dari 20 perguruan tinggi di wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel).
Dalam agenda tersebut, Universitas Teknokrat Indonesia (UTI), Kampus Terbaik di Lampung mengirimkan 12 delegasi terbaiknya. Tim dosen pendamping terdiri dari Dr. Heni Sulistiani, M.Kom., Dr. Afrianto, M.Hum., Febrian Eko Saputra, M.S.M., Nabila Putri Maharani, M.M., dan Dwi Gema Soegesti, M.S.M. Sementara itu, tujuh mahasiswa yang diutus adalah Agne Afrianita Putri, Shella Febriyani, Adelina Safitri, Dian Pratiwi, Nadia Rizky Juniarti, Nurhasanah, dan Sri Wahyuni Utami.
Kepala LLDIKTI Wilayah II, Iskhaq Iskandar, dalam sambutannya menyatakan bahwa P2MW merupakan instrumen penting bagi pemerintah untuk membangun ekosistem kewirausahaan di kampus. Ia menekankan bahwa sinergi antara dosen dan mahasiswa sangat krusial untuk menciptakan bisnis yang inovatif dan berkelanjutan.
“Mahasiswa tidak hanya dituntut memiliki ide bisnis, tetapi juga harus mampu mengimplementasikannya secara nyata agar berdampak pada ekonomi. Gunakan ruang ini untuk mengasah entrepreneurial mindset,” ujar Iskhaq.
Selain pendampingan teknis, Iskhaq juga menegaskan komitmen LLDIKTI Wilayah II dalam mewujudkan Zona Integritas dan Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) guna menjamin pelayanan pendidikan tinggi yang transparan dan berkualitas.
Selama kegiatan, para peserta mendapatkan materi intensif mengenai penyempurnaan ide bisnis, strategi penyusunan proposal, hingga sesi presentasi dan tinjauan langsung. Hal ini bertujuan agar proposal yang diajukan mahasiswa memiliki daya saing tinggi pada seleksi nasional P2MW 2026.
Terpisah, Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. HM. Nasrullah Yusuf, S.E., MBA., mengungkapkan bahwa partisipasi ini adalah bagian dari upaya berkelanjutan kampus dalam melahirkan inovator muda.
“Kami berharap kolaborasi dosen dan mahasiswa ini melahirkan inovasi bisnis kreatif yang mampu berkontribusi nyata bagi ekonomi masyarakat. Kami optimis peluang mahasiswa UTI untuk lolos pendanaan P2MW 2026 sangat besar,” ungkap Dr. Nasrullah.
Melalui program ini, Universitas Teknokrat Indonesia (UTI), Kampus Terbaik di Lampung semakin memperkokoh perannya dalam mencetak young entrepreneur yang inovatif dan adaptif di tengah pesatnya perkembangan era digital.
Universitas Teknokrat Indonesia juga terus membuka kesempatan bagi generasi muda yang ingin menempuh pendidikan tinggi dan mengembangkan potensi diri. Bagi calon mahasiswa yang ingin bergabung dan meraih prestasi seperti para mahasiswa Teknokrat, pendaftaran mahasiswa baru dapat dilakukan melalui laman spmb.teknokrat.ac.id. Universitas Teknokrat Indonesia dikenal sebagai PTS terbaik di ASEAN yang konsisten melahirkan lulusan berprestasi dan berdaya saing global.
Adapun Universitas Teknokrat Indonesia mengusung konsep Kampus Inovatif, Berdampak, dan Berkelanjutan (KIBB) menekankan peran perguruan tinggi sebagai agen perubahan yang kreatif, relevan, dan berwawasan lingkungan. Kampus fokus pada penelitian aplikatif, pemecahan masalah masyarakat (sosial, ekonomi, teknologi), serta menjaga keberlanjutan kualitas pendidikan, riset, dan pengabdian, seperti yang diterapkan di Universitas Teknokrat Indonesia dan inisiatif Kampus Berdampak Kemdiktisaintek. Program ini merupakan kelanjutan dari Kampus Merdeka yang bertujuan agar perguruan tinggi menjadi pusat solusi bagi permasalahan kompleks di masyarakat.










