Universitas Teknokrat Indonesia kembali mencetak prestasi di dunia pendidikan tinggi. Program Magister Bahasa Inggris (MBI) berhasil meluluskan mahasiswa hanya dalam tiga semester.
Capaian itu menunjukkan sistem pembelajaran yang efektif dan terarah. Mahasiswa tetap menghasilkan karya akademik berkualitas tinggi. Selain itu, kampus juga menghadirkan penguji eksternal dari dalam dan luar negeri.
Dua Lulusan Perdana Tunjukkan Kualitas Riset Global
Lulusan pertama, Surtinawati, menyelesaikan studi pada 1 April 2026. Ia mengangkat isu feminisme interseksional dalam konteks dunia Islam. Penelitiannya mengulas relasi antara kelas sosial, gender, dan seksualitas. Topik ini menunjukkan keberanian akademik dan kedalaman analisis.
Ia menjalani ujian dengan bimbingan Dr. M. Yuseano. K, S.S., M.A. Tim penguji melibatkan akademisi dari Universitas Sanata Dharma.
Selanjutnya, David Oktavianus lulus pada 6 April 2026. Ia meneliti penerapan deep learning dalam pembelajaran bahasa Inggris.
Risetnya menyoroti peluang dan tantangan teknologi di dunia pendidikan. Ia dibimbing oleh Akhyar Rido. Penguji eksternal berasal dari Universiti Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah.
Program MBI tidak hanya mengandalkan penilaian internal. Kampus juga melibatkan penguji dari berbagai institusi. Langkah itu menjaga objektivitas dan kualitas akademik. Selain itu, mahasiswa mendapat perspektif global dalam evaluasi tesis.
Kaprodi MBI, Laila Ulsi Qodriani, menegaskan komitmen tersebut. Ia memastikan setiap penelitian memenuhi standar tinggi.
MBI menerapkan sistem pembelajaran terstruktur sejak awal. Kampus menyusun rencana studi secara jelas dan terukur. Mahasiswa juga mendapat bimbingan intensif dari dosen. Proses itu mempercepat penyelesaian tesis tanpa mengorbankan kualitas.
Program itu mengintegrasikan Outcome-Based Education (OBE). Selain itu, mahasiswa memanfaatkan teknologi digital dalam riset.
Rektor Apresiasi dan Dorong Daya Saing Global
Rektor UTI Nasrullah Yusuf memberikan apresiasi atas pencapaian ini. Ia menilai keberhasilan tersebut mencerminkan kualitas program pascasarjana. Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi internasional. Penguji dari luar negeri memperkuat standar akademik kampus.
Keberhasilan itu menjadi motivasi bagi mahasiswa lain. Mereka dapat menyelesaikan studi lebih cepat dengan strategi yang tepat. MBI Teknokrat terus berkomitmen mencetak lulusan unggul. Lulusan siap bersaing di tingkat nasional maupun global.
Bagi yang ingin melanjutkan studi, pendaftaran dapat dilakukan melalui laman resmi pascasarjana Teknokrat.
Adapun Universitas Teknokrat Indonesia mengusung konsep Kampus Inovatif, Berdampak, dan Berkelanjutan (KIBB) menekankan peran perguruan tinggi sebagai agen perubahan yang kreatif, relevan, dan berwawasan lingkungan.
Kampus fokus pada penelitian aplikatif, pemecahan masalah masyarakat (sosial, ekonomi, teknologi), serta menjaga keberlanjutan kualitas pendidikan, riset, dan pengabdian, seperti yang diterapkan di Universitas Teknokrat Indonesia dan inisiatif Kampus Berdampak Kemdiktisaintek.
Program ini merupakan kelanjutan dari Kampus Merdeka yang bertujuan agar perguruan tinggi menjadi pusat solusi bagi permasalahan kompleks di masyarakat.










