Bandar Lampung (Lampost.co) — Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) melepas 675 pemudik kembali ke tanah rantau, Senin, 23 Maret 2025 melalui bus mudik gratis.
Anggota Badan Pelaksana BPKH, Acep Riana Jayaprawira, mengungkapkan pihaknya membuka peluang menambah jumlah angkutan gratis pada musim mudik maupun arus balik Lebaran tahun depan.
Ia menjelaskan, pada musim mudik tahun ini BPKH menyiapkan 15 bus gratis bagi pemudik dari Pulau Jawa ke Lampung dan sebaliknya.
Jumlah tersebut meningkat dari tahun lalu yang hanya mencapai 10 unit bus.
“Tahun lalu kami menyediakan 10 bus, karena antusiasme masyarakat sangat besar, tahun ini kami tambah menjadi 15 bus,” ungkapnya.
Ia menegaskan peluang penambahan jumlah bus pada tahun depan tetap terbuka.
Pihaknya akan menentukan kebijakan tersebut berdasarkan hasil evaluasi serta masukan dari pemerintah.
Menurutnya, Lampung menjadi satu-satunya daerah tujuan program mudik gratis BPKH di Pulau Sumatra.
Selain Lampung, program tersebut juga menjangkau Surabaya, Solo, dan Yogyakarta.
“Program Balik Kerja ini melayani rute dari Lampung menuju wilayah Jabodetabek, karena wilayah itu paling banyak peminatnya,” kata dia.
Ia menambahkan, program tahun ini mencatat 11.000 pendaftar.
Jumlah tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk pelaksanaan program tahun berikutnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung, Bambang Sumbogo, mengungkapkan arus mudik lalu mencatat 33 bus gratis dari berbagai instansi pemerintah yang masuk ke Lampung melalui program mudik gratis.
Menurutnya, program tersebut membuat para pemudik beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi massal saat pulang kampung Lebaran.
Dampaknya, volume kendaraan menurun sehingga kepadatan arus lalu lintas berkurang.
Salah satu instansi, BPKH RI, mengoperasikan 15 unit bus dalam program tersebut.
Program itu melibatkan 675 orang dari wilayah Jabodetabek menuju Lampung.
“Bayangkan kalau 674 orang ini menggunakan kendaraan pribadi semua, program ini cukup efektif untuk mengurangi kemacetan lalu lintas, terutama wilayah pelabuhan,” jelasnya.








