Bandar Lampung (Lampost.co) — Dinas Perhubungan Provinsi Lampung siapkan Pelabuhan Panjang untuk kondisi darurat arus balik Lebaran 2026.
Kepala Dishub Lampung Bambang Sumbogo menegaskan pelabuhan beroperasi saat pelabuhan lain tidak terkendali.
Pelabuhan Panjang kini melayani penyeberangan kendaraan logistik menggunakan kapal roro milik PT ALP.
Kapal roro mampu angkut sekitar 200 truk atau 300 kendaraan campuran roda dua dan roda empat.
Pihaknya belum gunakan Pelabuhan Panjang karena masih optimalkan layanan pelabuhan lain.
Pelabuhan Bakauheni, BBJ, Wika Beton, dan SMA masih melayani arus penyeberangan.
Menurut Bambang, pihaknya prioritaskan pemanfaatan pelabuhan aktif sebelum membuka Pelabuhan Panjang.
Ia terapkan pola tiba bongkar muat untuk percepat pergerakan kendaraan.
Kapal langsung muat ulang setelah tiba tanpa waktu tunggu lama.
Pola tersebut mampu hemat waktu tempuh penyeberangan hingga dua jam.
Ia pastikan akan terus optimalkan layanan agar arus balik tetap lancar dan produktif.








