• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Selasa, 03/03/2026 17:13
Jendela Informasi Lampung
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Jendela Informasi Lampung
Home Nuansa

No Ikutan Tren

Momen spiritual dengan semangat beribadah dan berbagi yang penuh makna bagi umat Islam itu diramaikan pula tiga tren di medsos yang ternyata mengundang kontroversi. 

EffranbyEffran
08/04/25 - 19:33
in Nuansa
A A
Tren Ghibli AI. Ilustrasi

Tren Ghibli AI. Ilustrasi

Bandar Lampung (Lampost.co) — Perkembangan penggunaan media sosial membuat berbagai hal dengan mudah menjadi viral dan tren di masyarakat. Kondisi itu pun turut menghiasi suasana Ramadan dan Lebaran 2025 ini.

Momen spiritual dengan semangat beribadah dan berbagi yang penuh makna bagi umat Islam itu diramaikan pula tiga tren di medsos yang ternyata mengundang kontroversi.

Ketiga tren itu adalah foto AI bergaya Gibly, velocity, dan tarian THR. Sekilas tampak menghibur, tetapi di balik popularitasnya, tren-tren itu menyimpan kekhawatiran yang patut menjadi perhatian serius. Terutama bagi umat Muslim yang hendak menjaga nilai dan identitas keislaman.

Pertama, tren Gibly, yakni foto bergaya ilustrasi AI dengan warna-warna pastel lembut dan wajah menggemaskan menyita perhatian banyak warganet. Namun, gaya ilustrasi itu merupakan karya dari studio ilustrator ternama, Ghibli Studio asal Jepang, yang akhirnya chatGPT adaptasi.

Sejumlah pihak menyatakan hasil AI tersebut secara tidak langsung menjiplak gaya visual yang terlindungi hak cipta. Penggunaan AI tanpa kontrol dan penghargaan terhadap karya seni asli bukan hanya tidak etis, tapi juga merusak industri kreatif. Ketika masyarakat ikut-ikutan mengunggah Gibly tanpa memahami konteksnya, justru secara tidak langsung melegitimasi pencurian karya intelektual.

Kedua, tren velocity yang ramai selama Ramadan, khususnya menjadi konten masyarakat saat berbuka puasa bersama. Namun, di balik itu muncul teori konspirasi gerakan tangan dalam video velocity menyerupai simbol-simbol okultisme atau lambang setan.

Meski sebagian pihak menganggapnya hanya spekulasi, sebagai umat Islam, kehati-hatian adalah keharusan. Kita diajarkan untuk menjauhi simbol-simbol yang menyerupai unsur kesyirikan. Jika gerakan yang viral di media sosial ternyata menyisipkan makna tersembunyi yang bertentangan akidah, maka ikut menyebarkannya tanpa sadar bisa membawa mudarat bagi masyarakat.

Ketiga, tari THR yang viral saat lebaran ternyata merupakan adaptasi dari tarian Hora berasal dari komunitas Yahudi. Meski dalam kemasan tarian lucu dan kompak untuk menyambut THR, esensinya adalah meniru budaya asing yang jauh dari nilai-nilai Islam.

Bertentangan Islam

Rasulullah SAW memperingatkan umatnya agar tidak menyerupai kaum lain. Dalam haditsnya beliau bersabda: “Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka” (HR Abu Daud dan Ahmad).

Dalam hadits lain, Rasulullah mengingatkan umat Islam akan mengikuti jejak kaum sebelum mereka, hingga ke hal yang paling kecil sekalipun, termasuk masuk ke dalam lubang dhob. Saat ditanya apakah yang dimaksud itu adalah Yahudi dan Nasrani, Rasulullah menjawab: “Siapa lagi?” (HR Muslim No. 2669).

Tren-tren ini seharusnya menjadi bahan refleksi dan untungnya tidak satu pun dari tren tersebut penulis ikuti selama Ramadan hingga Idulfitri meski belum mengetahui teori-teori konspirasi di baliknya.

Budaya populer seringkali berbalut dalam hiburan, tetapi di baliknya terselip nilai yang bertentangan dengan Islam. Untuk itu, masyarakat perlu teredukasi agar tidak asal ikut tren, apalagi yang mengandung unsur yang menyalahi prinsip syariah.

Tags: ghiblitari thrtari thr yahuditrenvelocityvelocity penyembahan setanvelocity satanisViral
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi Bupati Lampung Tengah periode 2025-2030 Ardito Wijaya (tangah) keluar dari mobil tahanan menuju ruang konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (11/12/2025). ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/nz/pri.

Kemendagri Perlu Perketat Pengawasan Berantas Korupsi Kepala Daerah

byTriyadi Isworoand1 others
22/01/2026

Jakarta (Lampost.co) – Fenomena beruntunnya Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kepala daerah memicu reaksi keras dari...

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf menyampaikan keterangan pers hasil Rapat Pleno PBNU 2024(ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

PBNU Instruksikan Pengurus dan Warga Jaga Persatuan Bangsa dan Stabilitas Nasional

byTriyadi Isworoand1 others
31/08/2025

Jakarta (Lampost.co) – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengeluarkan instruksi resmi kepada seluruh jajaran pengurus dan warga Nahdlatul Ulama. Ini...

Wakil Ketua MPR RI

Dorong Peningkatan Keterampilan Penyandang Disabilitas Wujudkan Kemandirian

byTriyadi Isworo
20/07/2025

Bandar Lampung (Lampost.co) – Dorong peningkatan kapasitas dan keterampilan penyandang disabilitas. Terlebih dalam upaya membangun dan mempermudah akses mewujudkan kemandirian...

Berita Terbaru

Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat
Humaniora

Bangun Nalar Kritis Melalui Konsistensi Budaya Literasi

byDelima Napitupulu
03/03/2026

Jakarta (lampost.co0--Upaya meningkatkan literasi anak bangsa memerlukan konsistensi dan dukungan serius dari seluruh pihak terkait. Meski minat baca di kalangan...

Read moreDetails
Wujudkan Ruang Kolaborasi Konkret dan Berkelanjutan di Lampung

Wujudkan Ruang Kolaborasi Konkret dan Berkelanjutan di Lampung

03/03/2026
Gemini AI foto jadi video

Ada Upaya Pencurian Logika Model Gemini AI Lewat 100 Ribu Prompt

03/03/2026

Spesifikasi dan Harga Honor Magic V6 Resmi Meluncur, HP Lipat Super Tipis dan Engsel Baja Baru

03/03/2026
Xiaomi 17. Dok Xiaomi

Harga dan Spesifikasi Xiaomi 17 Series yang Gandeng Leica

03/03/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.