IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Senin, 06/04/2026 03:33
Jendela Informasi Lampung
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKBIS
  • PENDIDIKAN
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Pringsewu
    • Pesawaran
    • Mesuji
    • Tanggamus
    • Metro
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
    • Pesisir Barat
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKBIS
  • PENDIDIKAN
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Pringsewu
    • Pesawaran
    • Mesuji
    • Tanggamus
    • Metro
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
    • Pesisir Barat
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Jendela Informasi Lampung
Home Nuansa

No Ikutan Tren

Momen spiritual dengan semangat beribadah dan berbagi yang penuh makna bagi umat Islam itu diramaikan pula tiga tren di medsos yang ternyata mengundang kontroversi. 

EffranbyEffran
08/04/25 - 19:33
in Nuansa
A A
Tren Ghibli AI. Ilustrasi

Tren Ghibli AI. Ilustrasi

ADVERTISEMENT

Bandar Lampung (Lampost.co) — Perkembangan penggunaan media sosial membuat berbagai hal dengan mudah menjadi viral dan tren di masyarakat. Kondisi itu pun turut menghiasi suasana Ramadan dan Lebaran 2025 ini.

Momen spiritual dengan semangat beribadah dan berbagi yang penuh makna bagi umat Islam itu diramaikan pula tiga tren di medsos yang ternyata mengundang kontroversi.

Ketiga tren itu adalah foto AI bergaya Gibly, velocity, dan tarian THR. Sekilas tampak menghibur, tetapi di balik popularitasnya, tren-tren itu menyimpan kekhawatiran yang patut menjadi perhatian serius. Terutama bagi umat Muslim yang hendak menjaga nilai dan identitas keislaman.

Pertama, tren Gibly, yakni foto bergaya ilustrasi AI dengan warna-warna pastel lembut dan wajah menggemaskan menyita perhatian banyak warganet. Namun, gaya ilustrasi itu merupakan karya dari studio ilustrator ternama, Ghibli Studio asal Jepang, yang akhirnya chatGPT adaptasi.

Sejumlah pihak menyatakan hasil AI tersebut secara tidak langsung menjiplak gaya visual yang terlindungi hak cipta. Penggunaan AI tanpa kontrol dan penghargaan terhadap karya seni asli bukan hanya tidak etis, tapi juga merusak industri kreatif. Ketika masyarakat ikut-ikutan mengunggah Gibly tanpa memahami konteksnya, justru secara tidak langsung melegitimasi pencurian karya intelektual.

Kedua, tren velocity yang ramai selama Ramadan, khususnya menjadi konten masyarakat saat berbuka puasa bersama. Namun, di balik itu muncul teori konspirasi gerakan tangan dalam video velocity menyerupai simbol-simbol okultisme atau lambang setan.

Meski sebagian pihak menganggapnya hanya spekulasi, sebagai umat Islam, kehati-hatian adalah keharusan. Kita diajarkan untuk menjauhi simbol-simbol yang menyerupai unsur kesyirikan. Jika gerakan yang viral di media sosial ternyata menyisipkan makna tersembunyi yang bertentangan akidah, maka ikut menyebarkannya tanpa sadar bisa membawa mudarat bagi masyarakat.

Ketiga, tari THR yang viral saat lebaran ternyata merupakan adaptasi dari tarian Hora berasal dari komunitas Yahudi. Meski dalam kemasan tarian lucu dan kompak untuk menyambut THR, esensinya adalah meniru budaya asing yang jauh dari nilai-nilai Islam.

Bertentangan Islam

Rasulullah SAW memperingatkan umatnya agar tidak menyerupai kaum lain. Dalam haditsnya beliau bersabda: “Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka” (HR Abu Daud dan Ahmad).

Dalam hadits lain, Rasulullah mengingatkan umat Islam akan mengikuti jejak kaum sebelum mereka, hingga ke hal yang paling kecil sekalipun, termasuk masuk ke dalam lubang dhob. Saat ditanya apakah yang dimaksud itu adalah Yahudi dan Nasrani, Rasulullah menjawab: “Siapa lagi?” (HR Muslim No. 2669).

Tren-tren ini seharusnya menjadi bahan refleksi dan untungnya tidak satu pun dari tren tersebut penulis ikuti selama Ramadan hingga Idulfitri meski belum mengetahui teori-teori konspirasi di baliknya.

Budaya populer seringkali berbalut dalam hiburan, tetapi di baliknya terselip nilai yang bertentangan dengan Islam. Untuk itu, masyarakat perlu teredukasi agar tidak asal ikut tren, apalagi yang mengandung unsur yang menyalahi prinsip syariah.

Tags: ghiblitari thrtari thr yahuditrenvelocityvelocity penyembahan setanvelocity satanisViral
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Jalan Pulang

Jalan Pulang

byDenny ZY
15/03/2026

Deni Zulniyadi       Wartawan Lampung Post Bandar Lampung (Lampost.co) -- RAMADAN 2026 sudah berada di tikungan terakhir. Di tengah...

ilustrasi yang datang dan yang pergi

Yang Datang dan yang Pergi

byIsnovan Djamaludin
25/05/2025

DALAM hidup, selalu ada satu kenyataan yang tidak pernah berubah: segala sesuatu datang dan pergi. Entah itu orang, pekerjaan, musim...

Konten Berdurasi Pendek

Konten Berdurasi Pendek

byRicky Marly
22/05/2025

Ricky Marly  Wartawan Lampung Post SAAT ini media sosial tidak bisa lepas dari gaya hidup anak-anak. Anak menonton berbagai jenis...

Berita Terbaru

logo BRI super league
Bola

Borneo FC Bungkam Madura United 3-1, Terus Tempel Persib

byIsnovan Djamaludin
05/04/2026

Pamekasan (Lampost.co)–Borneo FC Samarinda sukses mengamankan poin penuh dalam lawatan sulit ke markas Madura United pada laga pekan ke-26 BRI...

Read moreDetails
pelatih Semen Padang FC Imran Nahumarury (tengah)

Ramon de Andrade Souza Borong Dua Gol, Persib Benamkan Tuan Rumah Semen Padang FC

05/04/2026
Aniaya Marbot Masjid, Dua Juru Parkir Diringkus Polisi

Aniaya Marbot Masjid, Dua Juru Parkir Diringkus Polisi

05/04/2026
Pemain Bhayangkara Presisi Lampung FC sedang merayakan gol

Magis Moussa Sidibe Bawa Bhayangkara Presisi Tumbangkan Persija Jakarta 3-2

05/04/2026
Anggota Bawaslu Provinsi Lampung Kordiv SDM dan Organisasi, Imam Bukhori. Dok Bawaslu

Jaga Hak Politik melalui Pemutakhiran Data Pemilih Bekelanjutan

05/04/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKBIS
  • PENDIDIKAN
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Pringsewu
    • Pesawaran
    • Mesuji
    • Tanggamus
    • Metro
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
    • Pesisir Barat
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.