Amsterdam (Lampost.co)–Ajax Amsterdam menunjukkan dominasi total saat menghancurkan Sparta Rotterdam dengan skor 4-0 di Johan Cruyff Arena, Minggu (15/3/2026). Kemenangan ini menjadi bukti kebangkitan raksasa Amsterdam di bawah asuhan pelatih baru, Oscar Garcia.
Sejak peluit babak pertama berbunyi, Ajax langsung mengambil inisiatif serangan. Tekanan bertubi-tubi yang lini depan Ajax lancarkan memaksa barisan pertahanan Sparta Rotterdam melakukan kesalahan fatal. Pada menit ke-19, gelandang tim tamu Joshua Kitolano mencetak gol bunuh diri saat mencoba menghalau bola silang, membuat Ajax unggul 1-0.
Tak butuh waktu lama bagi tuan rumah untuk menggandakan keunggulan. Pada menit ke-32, pemain senior Steven Berghuis mencatatkan namanya di papan skor. Memanfaatkan umpan matang dari talenta muda Sean Steur, Berghuis melepaskan tembakan terukur yang gagal kiper Sparta halau. Skor 2-0 bertahan hingga turun minum.
Dominasi di Babak Kedua
Memasuki babak kedua, Sparta Rotterdam mencoba melakukan beberapa pergantian pemain untuk mengejar ketinggalan. Namun, pertahanan Ajax yang digalang Youri Baas dan Josip Sutalo tampil sangat disiplin. Di bawah mistar gawang, Maarten Paes menunjukkan ketenangannya dengan melakukan satu penyelamatan krusial dari peluang satu lawan satu.
Ajax justru menambah keunggulan pada menit ke-73 melalui Davy Klaassen. Gelandang berpengalaman tersebut menyelesaikan assist Mika Godts dengan tendangan kaki kanan ke pojok gawang. Hanya berselang tiga menit, giliran Mika Godts yang menyempurnakan pesta gol Ajax melalui skema serangan balik cepat setelah menerima operan Kasper Dolberg.
Posisi Klasemen
Dengan tambahan tiga poin ini, Ajax kini mengoleksi 47 poin dari 27 pertandingan dan menempati peringkat ke-4 klasemen Eredivisie 2025/2026. Mereka terpaut dua poin dari Feyenoord di posisi ketiga. Sementara itu, Sparta Rotterdam tertahan di peringkat ke-8 dengan 40 poin.
Penampilan apik Maarten Paes di laga ini mendapat pujian langsung dari Oscar Garcia. Pelatih asal Spanyol tersebut menyatakan kepuasannya atas ketenangan yang Paes tunjukkan dalam mendistribusikan bola dan menjaga area penalti tetap aman dari ancaman lawan.








