Medan (Lampost.co)—Timnas U-17 Mali mewujudkan ambisinya dalam meraih poin penuh pada laga perdana Piala Kemerdekaan 2025. Mereka menghajar Uzbekistan 5-1 di Stadion Utama Sumatra Utara, Batangkuis, Deli Serdang.
Poin penting:
- Timnas U-17 Mali tampil perkasa di laga perdana Piala Kemerdekaan 2025.
- Mali menggasak Uzbekistan dengan skor 5-1.
- Pemain Mali, Ndjicoura Raimond Bomba, mencetak hattrick di laga itu.
Mali langsung menggebrak lapangan sejak menit pertama dengan menampilkan permainan cepat dari kaki ke kaki. Serangan demi serangan Mali membanjiri jantung pertahanan Uzbekistan.
Namun pertahanan disiplin Uzbekistan di bawah komando Sunnatilo mematahkan serangan awal Mali. Uzbekistan sendiri sesekali melancarkan serangan balik yang berbahaya, namun patah di barisan pertahanan Mali.
Baca juga: Timnas Indonesia U-17 Hanya Diperkuat 3 Pemain Diaspora di Piala Kemerdekaan 2025
Mali kemudian memecahkan kebuntuan pada menit ke-19 melalui kaki Mahamadou Traore. Mendapat umpan datar, dia menyelesaikannya dengan menjebol gawang Uzbekistan tanpa dapat kiper Olimjon Shamiratov halau.
Mali makin sporadis mengurung pertahanan lawan dengan permainan bola-bola lambung langsung ke jantung pertahanan Uzbekistan.
Mereka kemudian menggandakan kedudukan pada menit ke-34 lewat Ndjicoura Raimond Bomba. Bomba lalu mencetak gol keduanya pada akhir babak pertama untuk mengubah kedudukan 3-0.
Mali tidak mau mengendurkan serangan pada babak kedua. Ibrahim Diakite memperbesar skor menjadi 4-0 pada menit ke-52 setelah meneruskan sebuah umpan silang.
Baca juga: Jadwal lengkap Piala Kemerdekaan 2025: Pemanasan sebelum Piala Dunia
Sembilan menit kemudian, Bomba mencetak hattrick lewat sundulan. Dia sukses memanfaatkan umpan Dembele sehingga kedudukan berubah lagi menjadi 5-0.
Pada menit ke-84 Uzbekistan mendapat gol hiburan lewat pemain pengganti, Tokhirov Khabibuloh.
Pelatih Mali Adama Diallo memuji penampilan timnya yang sepanjang laga bermain baik.
“Kami datang ke sini untuk menang. Kami akan bermain selalu untuk menang dan itu terus kami tanamkan agar tim bisa terus menang di setiap laga,” kata Diallo.
“Kedatangan kami kemari untuk persiapan Piala Dunia, jadi targetnya di turnamen ini harus menang dan menang agar tim makin matang,” ujarnya.
Sementara itu, pelatih Uzbekistan, Sergey Chigidaev, mengakui lawan tampil lebih baik. Dia menilai laga ini pembelajaran berharga bagi timnya.
“Bermain dalam tekanan itu memang tidak enak, tapi kami akan memperbaiki semua kesalahan untuk laga selanjutnya,” kata Chigidaev.








