Jakarta (Lampost.co) — Pelatih baru Timnas Indonesia John Herdman mengakui akan ada tekanan besar dalam melatih. Terlebih, ekspektasi fans Timnas Indonesia terus meningkat. Namun, hal itu adalah sesuatu yang istimewa.
Dia menegaskan tidak melihat tekanan sebagai beban dan kutukan. Ia justru menyebut tekanan sebagai sebuah berkah.
“Tekanan membuka kesempatan besar dan mengelola tekanan sebagai sumber motivasi,” kata Herdman.
Tekanan Dibagi ke Seluruh Tim
Herdman ingin berbagi tekanan bersama para pemain dan melibatkan seluruh staf pelatih.
Ia menilai tekanan bisa mendorong mental juara. Sebab, tekanan bisa memperkuat karakter tim. Untuk itu, pemain harus menjadikan tekanan sebagai bahan bakar semangat.
Pengalaman Kanada Jadi Referensi Utama
Herdman mengingat kembali pengalamannya bersama Kanada yang gagal lolos Piala Dunia selama 36 tahun.
Ia memimpin proses panjang hingga Kanada menembus Piala Dunia. Namun, kesuksesan itu tidak datang dalam semalam. Namun, keberhasilan lahir dari komitmen jangka panjang.
Indonesia Tinggal Selangkah Lagi
Herdman menilai Indonesia sudah melangkah jauh dan memiliki perkembangan besar hingga tahun lalu.
Ia menyebut Indonesia hanya membutuhkan satu langkah lagi, tetapi harus lahir dari komitmen bersama, mulai dari peran pemain, pelatih, dan federasi.
Komitmen Menuju Mimpi Piala Dunia
Herdman menegaskan proyek itu menuntut dorongan kuat. Ia ingin seluruh elemen bergerak ke arah yang sama membangun proses yang konsisten dan budaya kerja yang kuat.
“Target utamanya jelas membawa Indonesia ke level berikutnya, terutama menuju kualifikasi Piala Dunia,” kata dia.
Restu Amalia






