Bandar Lampung (Lampost.co) — Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan komitmennya dalam memperkuat pembinaan olahraga renang sebagai bagian dari upaya mencetak sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. Hal tersebut disampaikan Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Provinsi Lampung, Achmad Saefulloh, saat membuka kejuaraan renang yang digelar sebagai agenda strategis pembinaan atlet daerah.
Achmad menuturkan, kejuaraan renang tersebut tidak sekadar menjadi ajang kompetisi. Namun juga berfungsi sebagai sarana pencarian, pemetaan, dan seleksi bibit atlet potensial, dengan proyeksi mengikuti babak kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028 di NTB–NTT.
Baca juga: Dispora Lampung Manfaatkan Kejuaraan Renang untuk Cetak Atlet Masa Depan
“Kolam renang hari ini menjadi ruang seleksi, ruang evaluasi, sekaligus ruang pembuktian bagi atlet-atlet terbaik Lampung. Dari sini lah kita melihat potensi yang akan kita siapkan untuk level nasional,” ujarnya.
Menurutnya, pembinaan renang sejalan dengan misi kedua Pemerintah Provinsi Lampung. Yakni mewujudkan Lampung yang maju dengan sumber daya manusia yang unggul, sehat, berkarakter, dan berdaya saing. Olahraga renang dia nilai memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang disiplin, tangguh, serta siap berkompetisi di tingkat lebih tinggi.
Melalui kejuaraan ini, Pemprov Lampung mendorong pembinaan cabang olahraga renang yang terarah dan memiliki target jelas. Fokus pembinaan meliputi peningkatan jumlah atlet usia dini yang terdata dan melalui pembinaan secara berkelanjutan. Peningkatan partisipasi atlet dalam kompetisi resmi dan berjenjang. Peningkatan kontribusi cabang renang terhadap prestasi Lampung di kejuaraan regional hingga nasional, termasuk PON.
Kolaborasi
Achmad menegaskan, capaian tersebut tidak dapat diraih secara parsial. Perlu kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah, KONI, Aquatik Lampung, pelatih, sekolah, orang tua atlet, serta dukungan masyarakat luas.
Kepada para atlet, ia berpesan agar menjadikan kejuaraan ini sebagai tolok ukur kemampuan dan mental bertanding. “Tampilkan hasil latihan terbaik, jaga disiplin, dan junjung tinggi sportivitas. Setiap detik di lintasan renang hari ini sangat berarti bagi perjalanan prestasi ke depan,” katanya.
Sementara itu, kepada wasit dan juri, Achmad berharap dapat memimpin kejuaraan dapat secara adil, profesional, dan berintegritas. Sehingga kepercayaan terhadap sistem pembinaan olahraga di Provinsi Lampung terus terjaga.
Ikuti terus berita dan artikel Lampost.co lainnya di Google News








