Paris (Lampost.co) — Upacara pembukaan (Opening Ceremony) Olimpiade 2024 di sepanjang aliran Sungai Seine depan Menara Eiffel, Paris, Prancis, pada Jumat, 26 Juli, waktu setempat, atau Sabtu dini hari, 27 Juli 2024, menuai hujatan.
Warga dunia menilai ajang multi event olah raga itu menjadi sarana promosi kaum lesbian, gay, biseksual, trans gender (LGBT) dan menyinggung suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).
Hal itu dengan adanya pertunjukan parodi ‘Perjamuan Terakhir’ dari sejumlah waria. Dalam segmen tersebut, terdapat seseorang yang menjadi Yesus bersama sekelompok pria berpakaian perempuan sebagai pengikutnya.
BACA JUGA: Unik, Pembukaan Olimpiade Paris Digelar di Sungai
Panitia Olimpiade melalui akun media sosial mengkonfirmasi parodi itu menggambarkan Dewa Yunani Dionysus. Namun, masyarakat dunia tetap menilai hal itu sebagai penghinaan terhadap orang Kristen.
Kritik itu turut tokoh internasional sampaikan, seperti penyiar radio Clint Russell hingga orang terkaya dunia Elon Musk. Mereka menumpahkan kekecewaannya lewat akun media sosialnya.
Elon Musk menilai salah satu segmen upacara pembukaan (opening ceremony) Olimpiade Paris 2024 itu merupakan aksi yang sangat tidak menghargai umat Kristen. Sedangkan, Russell menyebut tindakan itu sangat tidak bisa penduduk dunia terima.
“Terdapat 2,4 miliar orang kristen di dunia dan sepertinya Olimpiade ingin menegaskan kepada semuanya kalau ini tidak bisa diterima sejak awal,” kata Russell di akun X nya.
Selain itu, politikus Prancis, Marion Marechal, menilai pertunjukan itu tidak merepresentasikan masyarakat Prancis. Namun, hanya tindakan minoritas yang provokatif.
Kritikan Netizen di Upacara Pembukaan Olimpiade Paris 2024
Selain parodi yang kontroversial, Upacara pembukaan (Opening Ceremony) Olimpiade Paris 2024 juga menuai hujatan netizen karena kurang megah dari upacara-upacara sebelumnya.
Padahal, Pemerintah Prancis menggelontorkan anggaran hingga 1,4 miliar euro atau Rp24,6 triliun hanya untuk membersihkan Sungai Seine.
Meski begitu konsep acara yang berlangsung di luar stadion menjadikan Olimpiade 2024 yang pertama dengan pembukaan di luar stadion.
Sekaligus pertunjukkan yang mungkin tidak dapat semua negara lakukan. Sebab, adanya ikon dari Prancis tersebut, yaitu Sungai Seine dan Menara Eiffel.
Selain itu, upacara itu juga menarik respons positif, khususnya dari penampilan band metal Gojira dan diva Amerika Serikat, Celine Dion.
Di samping tokoh dunia, kritikan juga mengalir dari ribuan netizen dalam akun Instagram Olympics. Mereka menilai upacara pembukaan Olimpiade Paris 2024 sebagai pemaksaan bentuk promosi nilai-nilai demokrasi Eropa.
Di antaranya dari @therobbyortiz yang mengkritik keras dengan menuliskan: Olimpiade memiliki arti untuk damai dan inklusif. Mengolok-olok kekristenan sesuatu yang mengerikan. Tampilan tema dewa yang memalukan, menghancurkan apa yang seharusnya menjadi acara ramah keluarga.
“Upacara pembukaan yang menjijikkan,” kata @pinck.rose835
“Upacara paling memalukan yang pernah,” tulis @nicole_dal_sasso
“Aku tidak percaya Paris gagal seburuk ini para acara pembukaan. Begitu banyak kesempatan untuk membuatnya luar biasa,” komentar @sarahstyledhome.








