Jakarta (Lampost.co) — Meskipun kini tidak lagi menjabat sebagai pelatiha, Shin Tae-yong memberikan pandangannya mengenai peluang Timnas Indonesia untuk melangkah ke Piala Dunia 2026. Sebelum posisi digantikan Patrick Kluivert pada awal 2025, Shin Tae-yong sudah menyusun prediksi dan memberikan target realistis bagi perjalanan Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Poin Penting:
-
Shin Tae-yong cukup realistis dengan peluang Timnas Indonesia lolos.
-
Target utama membuka jalan mengikuti play-off antarregional.
-
Timnas Indonesia harus fokus dan berjuang maksimal untuk mencapai tujuan.
Grup Neraka
Timnas Indonesia tergabung dalam Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia babak ketiga, yang oleh banyak orang disebut sebagai “grup neraka.” Bergabung dengan Jepang, Australia, Arab Saudi, Bahrain, dan Tiongkok, Timnas Indonesia menghadapi lawan-lawan dengan pengalaman tinggi di kompetisi internasional. Tiga tim pertama, yaitu Jepang, Australia, dan Arab Saudi, semuanya sudah lolos ke Piala Dunia dalam dua edisi terakhir.
Pernah Lolos Piala Dunia
Jepang, yang menduduki peringkat 18 FIFA, merupakan tim terkuat di Asia. Australia, yang kini berada di peringkat 24 FIFA, telah lima kali lolos ke Piala Dunia. Sementara Arab Saudi yang menempati peringkat 56 FIFA, sudah enam kali tampil di ajang tersebut. Bahrain dan Tiongkok, yang berada di peringkat sekitar 80-an FIFA, juga merupakan lawan-lawan yang tidak mudah.
Baca juga: Alasan Elkan Baggott Menolak Panggilan Timnas Indonesia
Peluang Timnas Indonesia untuk lolos ke Piala Dunia secara langsung semakin tipis karena hanya dua tim teratas di setiap grup yang berhak memperoleh tiket langsung. Dua tim peringkat 3 dan 4 harus melanjutkan perjuangan mereka melalui babak kualifikasi ke-4, yang akan mempertemukan enam tim terbaik untuk memperebutkan dua tempat di Piala Dunia.
Realistis dengan Target Indonesia
Shin Tae-yong mengungkapkan meski peluang Timnas Indonesia lolos langsung ke Piala Dunia sangat berat, ia tetap optimistis bisa mencapai babak play-off antarregional jika tidak finis di posisi dua besar. Menurut pelatih asal Korea Selatan ini, target utama adalah memastikan Timnas Indonesia bisa bersaing untuk posisi 3 atau 4 di grup.
“Target pribadi saya adalah di babak ketiga kualifikasi Piala Dunia kita bisa lolos ke babak preeliminasi (peringkat 3/4). Namun, bukan berarti saya menyerah untuk bisa lolos secara langsung,” ungkap Shin Tae-yong dalam wawancaranya dengan kanal YouTube PSSI.
Jaga Harapan
Shin menegaskan meski Timnas Indonesia memiliki banyak tantangan, baik dari segi peringkat FIFA maupun kualitas lawan, harapan tetap harus dijaga. “Kami harus berjuang keras, tanpa sombong. Evaluasi yang hati-hati sangat penting untuk mewujudkan itu,” tambahnya.
Tantangan Timnas Indonesia
Peringkat FIFA Timnas Indonesia memang menjadi tantangan besar. Indonesia saat ini berada di peringkat 133, jauh tertinggal dari Jepang (peringkat 18), Australia (peringkat 24), dan Arab Saudi (peringkat 56). Namun, Shin Tae-yong melihat kekuatan fisik skuad Garuda tidak kalah dengan negara-negara kuat di Asia.
Bahkan, rata-rata tinggi badan pemain Indonesia lebih tinggi 3 cm dibandingkan dengan Korea Selatan, yang menunjukkan aspek fisik bukanlah hal yang mengkhawatirkan.
Shin Tae-yong juga memaparkan target utamanya adalah membawa Indonesia ke dalam peringkat 100 besar dunia FIFA. “Saya berjanji akan membawa Timnas Indonesia ke peringkat 100 dunia, bersama PSSI hingga Juni 2027,” kata Shin, meskipun ia akhirnya harus mengakhiri tugasnya lebih cepat.
Pergantian Pelatih
Pada awal 2025, PSSI mengganti Shin Tae-yong dengan legenda sepak bola Belanda, Patrick Kluivert, untuk memimpin Timnas Indonesia. Pergantian pelatih ini terjadi menjelang jadwal penting bagi Garuda, yakni dua laga krusial melawan Australia pada 20 Maret 2025 di Sydney dan Bahrain pada 25 Maret 2025. Kedua pertandingan tersebut sangat vital untuk posisi Indonesia di klasemen Grup C, yang kini berada di peringkat ketiga.
Misi Besar
Patrick Kluivert, yang baru saja menangani Timnas Indonesia, memiliki misi besar untuk memastikan Timnas Indonesia dapat meraih hasil maksimal. Ia menyatakan, “Harapannya tentu kita bisa meraih 6 poin dari dua pertandingan. Namun, jika melawan Australia di Sydney kita tidak bisa menang, minimal kami bisa meraih satu poin,” kata Kluivert.
Dia menambahkan kemenangan atas Bahrain di kandang harus menjadi target utama.