Bandar Lampung (Lampost.co): SMK Negeri 9 Bandar Lampung terus mendorong jiwa kewirausahaan siswa melalui program Pengembangan Proyek Kreatif Kewirausahaan 2025. Tahun ini, sekolah menerima dukungan Kemendikdasmen untuk mengembangkan usaha berbasis budaya lokal berupa ethnic tapis, kerajinan khas Lampung yang kini menjadi fokus produksi dan pelatihan siswa.
Kepala SMKN 9 Bandar Lampung, Suniyar, menjelaskan bahwa sekolah memilih tapis karena ingin mengembangkan peluang bisnis sekaligus menjaga warisan budaya daerah.
“Kita berada di Lampung, jadi yang paling tepat adalah mengembangkan potensi lokal. Anak-anak kita punya bakat menyulam tapis, dan lewat usaha ini mereka bukan hanya berjualan, tetapi juga ikut melestarikan budaya Lampung,” ujar Suniyar, Selasa, 9 Desember 2025.
Program kewirausahaan ini menggandeng pelaku UMKM tapis yang sudah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan sekolah. Selama empat bulan terakhir, para pengrajin hadir dua kali seminggu untuk melatih siswa dalam teknik menyulam hingga menghasilkan produk siap jual.
Siswa memamerkan produk tapis di berbagai kegiatan dan berhasil menarik banyak peminat dari luar sekolah. Beragam kanal penjualan, termasuk TikTok dan sejumlah sekolah yang memesan seragam guru, memperluas jangkauan pemasaran.
“Harganya di bawah standar harga toko, tapi tetap bagus. Karena itu banyak yang berminat. Anak-anak juga sudah mahir berjualan lewat media sosial,” ujar Suniyar.
Sekitar 20 siswa aktif terlibat dalam produksi tapis. Siswa jurusan Bisnis Daring dan Pemasaran serta Akuntansi ikut membantu proses pemasaran dan pengelolaan usaha.
“Kolaborasi lintas jurusan membuat usaha ini berjalan layaknya unit bisnis profesional,” ujar Suniyar.
Suniyar menegaskan bahwa sekolah menargetkan keberlanjutan usaha ini. Sekolah memutar kembali keuntungan penjualan untuk modal produksi berikutnya. Siswa kelas 11 dan 12 juga membimbing adik kelas agar keterampilan menyulam terus berkembang setiap tahun.
Ikuti Pameran
Apabila perkembangan usaha terus meningkat, sekolah menyiapkan rencana untuk mengikuti pameran hingga tingkat nasional, termasuk di Jakarta.
“Tujuan kementerian bukan selesai di sini. Ini untuk membangun jiwa wirausaha yang berkelanjutan. Kalau berkembang lebih baik lagi, kita siap tampil di pameran besar,” kata Suniyar.
Melalui program ini, SMKN 9 Bandar Lampung memberi siswa pengalaman nyata dalam menjalankan usaha sekaligus menanamkan kebanggaan terhadap budaya daerah. Generasi muda menjaga tapis sebagai produk ekonomi dan simbol identitas Lampung yang terus hidup.








