• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Kamis, 05/03/2026 20:37
Jendela Informasi Lampung
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Jendela Informasi Lampung
Home Ramadan

Awal Puasa Ramadan Bisa Berbeda di Setiap Negara? Ini Penjelasannya

Awal Ramadan ditentukan berdasarkan penampakan hilal (bulan sabit baru) setelah matahari terbenam pada tanggal 29 Syaban.

Delima NapitupulubyDelima Napitupulu
01/03/25 - 10:58
in Ramadan
A A
sejarah islam

Ilustrasi. (MI)

Bandar Lampung (lampost.co)–Penentuan awal Ramadan setiap tahun sering kali menjadi topik pembahasan karena tidak semua negara memulai puasa pada hari yang sama. Perbedaan ini juga terjadi pada Ramadan 2025, di mana Indonesia menetapkan 1 Ramadan pada Sabtu, 1 Maret 2025, sedangkan Malaysia, Singapura, dan Brunei mulai puasa pada Minggu, 2 Maret 2025.

Lantas, apa yang menyebabkan perbedaan ini? Berikut penjelasannya.

1. Metode Penentuan Hilal yang Berbeda

Dalam Islam, awal Ramadan ditentukan berdasarkan penampakan hilal (bulan sabit baru) setelah matahari terbenam pada tanggal 29 Syaban. Namun, cara menentukan keberadaan hilal bisa berbeda antara satu negara dengan negara lainnya.

Secara umum, ada dua metode yang digunakan:

  • Metode Rukyat (Pengamatan Langsung) – Melalui pemantauan langsung bulan sabit baru dengan mata telanjang atau teleskop di berbagai titik pemantauan.
  • Metode Hisab (Perhitungan Astronomi) – Menggunakan perhitungan astronomi untuk menentukan posisi hilal, meskipun tidak harus terlihat secara langsung.

Negara-negara seperti Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Brunei menggunakan metode imkanur rukyat  oleh MABIMS (Brunei, Indonesia, Malaysia, Singapura). Dalam metode ini, hilal dapat terlihat jika mencapai ketinggian minimal 3 derajat dengan sudut elongasi 6,4 derajat.

2. Faktor Geografis dan Cuaca

Perbedaan lokasi geografis juga memengaruhi visibilitas hilal. Misalnya, di wilayah dengan kondisi atmosfer yang lebih bersih, kemungkinan hilal dapat terlihat lebih besar dibandingkan daerah yang tertutup awan atau polusi cahaya.

Pada Ramadan 2025, pemerintah Singapura dan Malaysia melaporkan bahwa hilal tidak terlihat di cakrawala mereka saat matahari terbenam pada 28 Februari 2025, sehingga awal Ramadan baru dimulai pada 2 Maret 2025.

3. Perbedaan Interpretasi Otoritas Agama

Setiap negara memiliki otoritas agama resmi yang bertanggung jawab dalam menetapkan awal bulan Ramadan. Otoritas ini mempertimbangkan hasil rukyat serta metode hisab sebelum mengumumkan keputusan final.

Sebagai contoh:

  • Indonesia – Kementerian Agama menggelar sidang isbat untuk memutuskan awal Ramadan berdasarkan rukyat dan hisab.
  • Malaysia – Hasil pengamatan hilal dari 29 titik pemantauan sebagai dasar keputusan.
  • Singapura & Brunei – Berdasarkan hasil rukyat dan hisab nasional, puasa sehari setelah Indonesia.

Meskipun sama-sama menggunakan metode imkanur rukyat, perbedaan hasil pengamatan dan penafsiran dapat menyebabkan keputusan yang berbeda.

4. Perbedaan Kalender Hijriah Antar Negara

Kalender Islam berbasis peredaran bulan, tetapi tidak semua negara menggunakan sistem kalender yang sama. Ada yang menggunakan kalender global, sementara yang lain mengandalkan kalender lokal berdasarkan pengamatan hilal di negara masing-masing.

Sebagai contoh, Arab Saudi sering kali menetapkan awal Ramadan berbeda dari negara-negara Asia Tenggara karena menggunakan metode Ummul Qura, yaitu kalender berbasis perhitungan astronomi tanpa perlu rukyat langsung.

Perbedaan awal puasa Ramadan antara Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Brunei terjadi karena berbagai faktor, mulai dari metode rukyat dan hisab, kondisi geografis, hingga interpretasi otoritas agama di masing-masing negara.

Meskipun berbeda, umat Islam dianjurkan untuk mengikuti keputusan pemerintah setempat guna menjaga persatuan dan kekhusyukan ibadah Ramadan.

Tags: awal Ramadanbeda puasa di Asia Tenggarakenapa awal Ramadan berbeda
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Buka puasa saat dalam perjalanan. (MI)

7 Ujian Terberat Saat Puasa Ramadan dan Cara Mengatasinya

byEffran
05/03/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Bulan suci Ramadan selalu menghadirkan suasana berbeda. Umat Muslim menjalankan ibadah puasa sebagai bagian dari rukun...

imsak dan buka puasa

7 Hikmah Puasa Ramadan yang Jarang Disadari, Bukan Sekadar Menahan Lapar dan Haus

byEffran
04/03/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Bulan Ramadan selalu membawa suasana yang berbeda. Umat Muslim menjalankan ibadah puasa sejak fajar hingga matahari terbenam...

Berburu Takjil, Jalan Bumi Manti Kampung Baru Padat Merayap

Berburu Takjil, Jalan Bumi Manti Kampung Baru Padat Merayap

byRicky Marly
03/03/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Antusiasme masyarakat untuk berburu menu berbuka puasa atau war takjil di bulan Ramadan terkadang menimbulkan kemacetan...

Berita Terbaru

Ketika Timur Tengah Terbakar, Bagaimana Model Ketahanan Ekonomi Indonesia? 
Internasional

Ketika Timur Tengah Terbakar, Bagaimana Model Ketahanan Ekonomi Indonesia? 

byMustaan
05/03/2026

Hasan Ashari (Mahasiswa Program Doktor Perbanas Institute) Ketika konflik kembali memanas di Timur Tengah, dunia kembali menyadari betapa rapuhnya stabilitas...

Read moreDetails
Selebrasi Bukayo Saka (kiri)

Gol Tunggal Bukayo Saka Kokohkan Gunners di Puncak

05/03/2026
Jelang Lebaran, Jalan Sultan Agung Mulai Dipadati Pelaku Bisnis Parcel

Jelang Lebaran, Jalan Sultan Agung Mulai Dipadati Pelaku Bisnis Parcel

05/03/2026
Man City vs Nottingham forest

City Ditahan Imbang Forest 2-2, Langkah Juara Kian Berat

05/03/2026
Joao Pedro mencetak tiga gol

Joao Pedro Hattrick, Chelsea Hancurkan Aston Villa 4-1 di Villa Park

05/03/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.