Jakarta (Lampost.co)— Situasi politik Venezuela kembali memanas setelah Amerika Serikat melancarkan operasi militer yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolás Maduro dan istrinya.
Keduanya kemudian dibawa ke New York untuk menghadapi proses hukum. Ketegangan geopolitik itu menyedot perhatian dunia. Namun di sisi lain, hubungan dagang Venezuela dengan sejumlah negara, termasuk Indonesia, tetap berjalan.
Salah satu sektor yang justru mencatat kinerja positif adalah ekspor otomotif Indonesia. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan Venezuela masih menjadi tujuan pengiriman kendaraan rakitan dalam negeri.
Baca juga: Semua Pihak Perlu Jaga MK Agar Tak Tunduk Intervensi Politik
Sepanjang 2025, jumlah mobil Indonesia yang masuk ke negara Amerika Selatan tersebut mencapai ribuan unit.
Model Muatan Indonesia
Pabrikan yang paling dominan mengisi pasar Venezuela adalah Toyota. Dua model buatan Indonesia, yakni Toyota Yaris Cross dan Toyota Wigo (Agya), tercatat sebagai kendaraan yang paling banyak terkirim dan banyak peminat oleh konsumen setempat.
Untuk periode Januari hingga November 2025, Toyota mengekspor 1.008 unit Yaris Cross ke Venezuela. Varian yang terkirim adalah Yaris Cross tipe G, yang menggunakan mesin bensin non-hybrid 1.496 cc berkode 2NR-VE.
Mesin empat silinder tersebut mampu menghasilkan tenaga hingga 106 hp dengan torsi 140 Nm. Dengan kapasitas tangki 42 liter, konsumsi bahan bakarnya diklaim sekitar 20,8 km per liter.
Selain SUV kompak tersebut, Toyota Wigo 1.2 menjadi tulang punggung ekspor. Meski dalam data Gaikindo tercatat sebagai Wigo. Di pasar Venezuela mobil ini dipasarkan dengan nama Toyota Agya. Selama Januari–November 2025, total ekspor Agya ke Venezuela mencapai 4.869 unit, mencakup transmisi manual dan otomatis.
Agya versi ekspor dibekali mesin tiga silinder 1.198 cc WA-VE dengan teknologi Dual VVT-i. Tenaga maksimalnya mencapai 87 hp dengan torsi 113 Nm.
Toyota Venezuela mengklaim konsumsi bahan bakarnya bisa mencapai 24,3 km per liter, menjadikannya pilihan ekonomis di tengah kondisi ekonomi yang menantang.
Ketegangan Politik
Sementara itu, dampak ketegangan politik tetap terasak di tingkat operasional. Toyota menginstruksikan seluruh karyawannya di Venezuela untuk bekerja dari rumah sementara waktu demi alasan keamanan.
Mengutip Automotive World, Toyota memastikan seluruh staf ekspatriat beserta keluarganya berada dalam kondisi aman.
Meski demikian, perusahaan menegaskan kebijakan kerja jarak jauh tersebut tidak memengaruhi aktivitas penjualan maupun produksi.
Toyota mengakui operasionalnya di Venezuela memang telah lama menghadapi tantangan akibat sanksi internasional dan kondisi ekonomi lokal, namun hingga kini bisnis masih tetap berjalan.








