Bandar Lampung (Lampost.co) – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menilai pengelolaan sumber daya alam (SDA) masih belum maksimal sehingga manfaat ekonominya belum sepenuhnya dirasakan masyarakat.
Pernyataan tersebut dalam sambutannya dalam acara Sosialisasi Obligasi Daerah dan Sukuk Daerah kepada pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota se Sumatera Bagian Selatan.
Dalam sambutannya, Mirza mengatakan Lampung merupakan salah satu daerah dengan kekayaan sumber daya alam terbesar Sumatera.
Sektor pertanian, perkebunan, dan kelautan selama ini menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi daerah.
Meski memiliki potensi besar, menurutnya kondisi tersebut belum mampu memberikan kontribusi maksimal terhadap pendapatan daerah maupun kesejahteraan masyarakat.
“Kopi Lampung oleh petani Lampung, terjual keluar dalam bentuk mentah, lalu masyarakat Lampung membeli lagi produk jadinya dari luar daerah. Hal seperti ini yang harus ada perbaikan,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menekankan pentingnya penguatan hilirisasi komoditas agar nilai tambah ekonomi tetap berada daerah.
Menurutnya, hilirisasi merupakan langkah strategis untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat setempat.
Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update